Incar Potensi Pajak Parkir CSB

20
Sempat Ada Kesepakatan Kota 60 Persen dan Kabupaten 40 Persen

LAHAN parkir yang dimiliki Cirebon Super Blok (CSB) pernah menjadi perdebatan panjang antara pemerintah daerah kabupaten dan kota Cirebon.
Pasalnya, supermarket yang berada di Jalan Ciptomangun Kusumo tersebut juga diklaim masuk kedalam wilayah kabupaten. 
parkir cirebon
Ilustrasi parkir. Image by artur84 at FreeDigitalPhotos.net
Kepala Seksi Parkir dan Terminal pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon Aminudin mengatakan, lahan parkir yang di belakang CSB itu masuk wilayah Kabupaten Cirebon. “Karena pihak CSB tidak mau membayar ke kita, makanya mereka membuat lahan parkir lagi. Jadi sudah tidak ada persoalan,” terang Aminudin. 
Dikatakan pria yang akrab disapa Amin itu, lahan parkir yang saat ini digunakan masuk Kota Cirebon. Sehingga, tidak ada lagi persoalan retribusi ditarik oleh kota.“Apabila memang tanah di belakang itu masih digunakan untuk parkir maka harus memberikan kontribusi pada Pemda Kabupaten Cirebon,” katanya.
Kabid Pengendalian dan Penggalian Pajak pada Dispenda, Tata Sunirta menceritakan, karena kewenangannya masuk pada Dispenda pihaknya pernah mengupayakan untuk memungut pajak dari sana. 
Hasilnya, kata Tata, pemerintah kota dan kabupaten sepakat untuk retribusi parkir dibagi dua, yakni untuk kota 60 persen dan kabupaten 40 persen. 
Namun, pada saat ada pergantian manager kesepakatan tersebut tidak berlaku. Karena pihak supermarket terbesar tersebut enggan membayar ke kabupaten. 
“Dulu sempat bersepakat, awalnya karena lahan parkir milik kita makanya kita minta 60 persen. Tapi disetujuinya hanya 40 persen, tapi tidak ada realisasinya sampai sekarang,” tandasnya. (ari)
BAGIKAN