Ingatkan Birokrat Jauhi Korupsi

14
Ketua Kopak Luncurkan Buku, Bisa Jadi Inspirasi bagi PNS

KESAMBI– Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejak tahun 1979, memberikan kenangan bagi Sekretaris Dinas Kelautan, Perikanan, Peternakan dan Pertanian Kota Cirebon, Drs Syarip Hidayat.
Seluk beluk pemerintah dari yang positif hingga negatif membuat dirinya tergugah menulis sebuah buku.

buku anti korupsi
Drs Syarif  Hidayat (kiri) menyerahkan buku anti korupsi kepada Redpel Rakyat Cirebon Iman Sudarman. Foto: Yoga Yudisthira/Rakyat Cirebon

Buku setebal 150 halaman ini, merupakan kumpulan hasil wawancara di media massa, tulisan dan puisi Syarip atas kondisi yang dialaminya selama 36 tahun di arena birokrasi dari level staf hingga menjabat sebagai orang kedua di dalam struktur organisasi perangkat kerja daerah.

Syarip, yang kini menjabat sebagai ketua komunitas pegiat anti korupsi (Kopak) Indonesia memang  dari awal menginginkan dirinya dan semua PNS bisa jujur dalam memperoleh suatu jabatan.
Bukan itu saja, Syarip juga mengaku, ingin para pejabat menjauhi praktik korupsi guna memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.

Pasalnya, dia melihat, dengan korupsi yang dilakukan, pelayanan yang diberikan kepada warga masyarakat tidak semestinya seperti yang tercantum dalam mata anggaran. Syarip lantas bercerita, dengan berbagai hal negatif yang dilihatnya, dia akhirnya memilih untuk mendirik sebuah komunitas anti korupsi.

Komunitas itu sendiri, diakuinya terbentuk secara tidak sengaja karena sebelumnya tidak pernah terbayangkan akan pembentukan sebuah perkumpulan. “Waktu itu saya sedang merenung dan menulis nama Kopak. Akhirnya,tercetus singkatan Komunitas PNS Anti Korupsi,” ujarnya kepada wartawan Rakyat Cirebon, Kamis (15/10), saat berkunjung ke Graha Pena Rakyat Cirebon.

Setelah terbentuk nama, Syarip berkonsultasi dengan anak dan istrinya untuk menanyakan keputusan yang akan dibuatnya itu. Tak terduga, keluarganya mendukung penuh langkahnya termasuk mempublikasikan gagasannya itu. “Yang memasukan Kopak ke facebook itu anak saya. Itu bentuk dukungan dari keluarga saya atas cita-cita saya mewujudkan PNS tanpa korupsi,” tambahnya.

Disinggung mengenai hambatan yang diperoleh, dia menegaskan tidak ada intervensi ataupun intimidasi seperti yang diterima pegiat anti korupsi lainnya. Bahkan, Syarip menyebutkan, banyak respons positif yang diterimanya termasuk dari kalangan pajabat. Termasuk juga dari kalangan aktivis dan wartawan, Syarip mengaku terbantu dengan pemberitaan yang dibuat.

“Buku ini juga di dalamnya merupakan kumpulan pemberitaan media cetak. Selain itu, terdapat tulisan saya berupa cerita serta puisi,” terang pria yang memiliki empat orang anak ini. Syarip menyatakan, dirinya memiliki harapan buku ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat secara luas dan PNS secara khususnya.

Dengan menyerap inti dari sebuah tulisan ini, Syarip berharap PNS dapat menunjukkan kelakuan yang lebih baik lagi. “Harapannya semoga korupsi khususnya di kalangan PNS sudah tidak terjadi lagi. Bukan dikarenakan buku ini, melainkan kesadaran dari PNS itu sendiri. Buku ini hanya media pengingat saja,” tandasnya. (yog)

BAGIKAN