Ingin Menang Pilkada, Bapilu Minta Ada Yang Fasilitasi Islah

Ingin Menang Pilkada, Bapilu Minta Ada Yang Fasilitasi Islah

RAKYATCIREBON.ID-Polemik Musyawarah Daerah (Musda) X Partai Golkar (PG) mengancam perpecahan kader hingga kesolidan jelang Pilkada 9 Desember mendatang. Wakil Kordinator Wilayah Jawa Barat Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPP PG Yoga Rahadiansyah hawatir partainya kalah, bahkan tidak ikut berkontestasi karena ada dua kepengurusan.

“Meskipun begitu kami tidak ingin terlalu jauh menilai mana yang sah, karena Partai Golkar memiliki Ad/Art juklak nomor 2 DPP yang jelas, tinggal dibaca saja. Kami hanya ingin mengimbau agar semua pihak tidak terprofokasi dan tetap solid demi kemenangan Pilkada,” tegasnya saat ditemui wartawan Rakcer di Indramayu, Senin (20/7).

Juklak yang mengatur musyawarah-musyawarah organsasi itu sudah tertera dan mengatur harus seperti apa. Yoga jujur mengaku secara umum Golkar di Indramayu solid, meskipun dimana seperti sekarang ini pasti memiliki efek.

“Harus segera diselesaikan, selesainya ada musda lagi dan kedua belah pihak bertarung secara fair silahkan DPP dan DPD Jabar melakukan itu. Kami hanya ingin amanat Ketum DPP agar dipegng teguh agar memenangkan yang telah direkomendasikan sebagai Cabup. Dimana di Jabar ini sudah ada 5 Kabupaten Kota yang sudah diterbitkan rekomendasinya, yakni Indramayu Cianjur, Pangandaran, Kabupaten Bandung dan Sukabumi,” tuturnya.

Sebagai kader muda, pihaknya mengajak agar teman-teman kader muda Golkar agar bergerak di masyarakat dan menyampaikan kepada publik bahwa ujung tombak pilkada adalah kesejahteraan masyarakat.

“Teman-teman muda harus mampu mentransformasikan visi misi partai ini disesuaikan dengan situasi lokal dan sesuai era kekinian. Golkar sebagai partai kader harus muncul generasi pemimpin daerah yang mendinamisai ide dan gagasan pembangunan agar Indramayu kedepan jauh lebih baik lagi,” ucapnya.

Sebagai figur yang telah mengikuti beberapa pilkada dan pileg serta pilpres di Indramayu, pihaknya mengajak semua harus melakukan pembinaan kader sesuai sistem yang sudah dibangun. “Terus mengakomodasi  seluruh kepentingan masyarakat, terus memberikan bukti kongkrit dalam hal pembangunan sampai pilkada digelar jika ingin menang lagi,” tandasnya.

Setiap pilkada tidak bisa disamaratakan, mengingat kedepan sangat kompleks persoalan yang akan dihadapi. Sehingga jangan berhenti pada kerja-kerja biasa saja. Melainkan harus mengupgrade diri dan melihat fenomena yang terus berubah di masyarakat agar bisa terus meyakinkan bahwa partainya yang terbaik dan jadi pilihan.

“Pola atau cara kita harus diubah, jangan monoton dalam menyampaikan misi kita ke masyarakat. Jika tidak kita akan ketinggalan. Partai Golkar kami yakin akan tetap menang apapun kondisinya karena kami partai tua dan sudah teruji dengan segala dinamika yang terjadi,” pungkasnya. (vic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!