Innalillahi wa inna ilaihi raji’uun, Tokoh Agama Kota Cirebon Prof KH Salim Bajri Wafat

333
Tokoh Agama Kota Cirebon Prof. KH. Salim Bajri/IST?Dokpri

RAKYATCIREBON.ID-Tokoh dan Ulama Kota Cirebon, Prof Dr Salim Bajri dikabarkan meninggal dunia kurang lebih Pukul 07.00 WIB di Rumah Sakit Pelabuhan, Kota Cirebon (10/2).

Ucapan belasungkawa pun mengalir, termasuk dari sosial media.

“Al Baqa Illa Allah, Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun, guru kita dan orang tua kita Prof DR Salim Bajrie telah wafat tadi pagi kurang lebih pk 07 pagi di Rumah Sakit Pelabuhan, semoga Ilmu beliau yg telah di ajarkan bermanfaat utk kita dan amal kebaikanya menjadi lahan amal shaleh belaiu,” tulis Yanto S Utomo, CEO Radar Cirebon Group.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’uun. Semoga Allah SWT menempatkan ustadz Salim Bajrie di tempat yang terbaik, Lahu alfatihah…” tulis warga Cirebon di salah satu Group WA.

Salim Bajri dikenal aktif menulis dalam blog pribadinya dan dekat dengan berbagai kalangan

Ummat Islam itu kerja kerasnya dua kali, pertama mempertahankan kelanggengan Islam ke dalam, kepada diri dan keluarga, kemudian kepada masyarakat Islam umumnya, dengan terus menerus memberikan pemahaman yang benar, dan kedua mepertahankan agama Islam ini dari gangguan pihak lain,” tulis mantan Guru Besar Tafsir IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr Salim Bajri dalam salah satu blognya, 29 November 2009.

Masih dalam blognya, ia menulis peranan ulama sangat luas, bukan saja mengajar mengaji di pesantren masing-masing, tetapi harus mengetahui dan mengikuti kondisi kerusakan ummat masa kini. Kemunduran agama Islam yang kita cintai menurut catatan statistic jumlah pemeluk Islam sebesar 67 persen, itu termasuk mereka yang sebenarnya pemeluk Ahmadiyah, aliran kebatinan, dan lain-lain yang masih menggunakan keterangan di KTP-nya beragama Islam.

“Kita bisa melihat berbagai kemaksiatan dihadapan mata, dalam konteks lokal Cirebon. Contoh, kawasan Geronggong, terang-terangan menjadi ajang maksiat muda-mudi. Kawasan Ciperna, menjadi tempat prostitusi/pelacuran terselubung dengan dalih panti pijat, diskotik-diskotik dari Kota sampai Kabupaten Cirebon, didalamnya terdapat semua bentuk kemaksiatan, Minuman keras tersedia hampir di setiap warung, dan agen-agen minuman keras menjualnya secara leluasa,” tulisnya, 30 November 2009.

Dalam dunia politik, pasca Pemilu 2019 dalam Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif yang dilakukan secara serentak pada tanggal 17 April 2019 yang lalu. Salim Bajri mengapresiasi akan pelaksanaannya yang berlangsung secara luber, jurdil, aman dan lancar.

“Sebenarnya dalam Pemilu tidak ada yang kalah maupun yang menang, semua tujuaannya adalah untuk rakyat dan negara,” ujar Prof KH. Salim Bajri.

Pada 10 Februari 2020, sang ulama karismatik yang amat berpengalaman ini mengembuskan nafas terakhir dengan tenang di kota wali Cirebon.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’uun


BAGIKAN