Internal Nasdem Kota Cirebon Minta Dilibatkan Bahas RAPBD

67
Sebut Kemampuan Fraksi Terbatas, Kritik DPRD Sering Kunker

KEJAKSAN– DPD Partai Nasdem Kota Cirebon gaduh. Pemicunya, elemen partai merasa tak dilibatkan dalam pembahasan Rencana Kerja Anggaran (RKA) maupun RAPBD. Internal Partai Nasdem menginginkan, Fraksi Nasdem di DPRD turut melibatkan elemen partai.

nasdem cirebon
Yuyun Wahyu Kurnia. doc. Rakyat Cirebon

Sebagaimana dikemukakan pengurus DPW Partai Nasdem Jawa Barat, Yuyun Wahyu Kurnia, kepada Rakyat Cirebon, akhir pekan lalu. Ia mengingatkan agar Fraksi Nasdem tidak berjalan sendiri untuk melakukan kerja-kerja legislatif, khususnya budgeting. Yuyun meminta internal Partai Nasdem pun dilibatkan.

“Di Partai Nasdem ini harusnya pembahasan RAPBD ataupun RKA, tidak semata-mata hanya dibahas oleh empat orang itu (anggota Fraksi Nasdem, red). Harus dikembalikan ke partai, untuk dibahas bersama,” ungkap Yuyun.

Ia menilai, bila dalam proses budgeting di DPRD, Fraksi Nasdem tidak terlebih dahulu membahas di internal partai, maka hasilnya tidak akan maksimal. Mengingat, empat anggota Fraksi Nasdem memiliki banyak keterbatasan. “Kan fraksi itu mewakili partai. Memangnya empat orang itu paling hebat? Kan banyak keterbatasan,” katanya.

Yuyun menambahkan, selain empat kader Partai Nasdem yang saat ini duduk di kursi DPRD Kota Cirebon, masih banyak kader lainnya yang justru memiliki kompetensi. Setidaknya, banyak kader Partai Nasdem yang memiliki pemikiran untuk membantu kerja-kerja fraksi.

“Kemudian, pengurus Partai Nasdem yang lain, bukan karena bodoh, tapi karena tidak terpilih menjadi anggota dewan. Tapi kemampuannya kan bukan berarti lebih rendah dibanding anggota DPRD terpilih,” ujarnya. Selain itu juga, Yuyun menganggap, tidak semua anggota Fraksi Nasdem mampu melakukan tugas-tugas budgeting di DPRD. Sehingga butuh masukan dari kader yang lain, yang tidak duduk di legislatif.

“Tidak semua anggota Fraksi Nasdem memahami persoalan pemerintahan maupun kemasyarakatan. Jadi ya harusnya dibawa ke partai untuk dibahas. Kan ada litbang, dewan pertimbangan, dewan pakar dan lainnya. Bahas di situ. Biar lebih matang,” tuturnya.

Menurut Yuyun, pembahasan di internal partai sebelum di DPRD, sangat penting untuk dilakukan Patai Nasdem. Pasalnya, ia meyakini, anggota DPRD tidak memahami secara rinci draf baik itu RKA maupun RAPBD.  “Saya yakin dengan buku (draf, red) setebal itu, para anggota dewan tidak akan membahas satu persatu,” katanya.

Politisi yang dikenal kritis terhadap kebijakan pemerintahan itu juga menyindir seringnya anggota DPRD melakukan kunjungan kerja (kunker). Menurut Yuyun, intensitas kunker para wakil rakyat sudah terlalu tinggi. “Kunker terus, kesana kemari. Mau kapan membacanya. Dan kemampuannya terbatas. Ilmunya juga berbeda-beda, karena latarbelakangnya juga berbeda-beda,” kata dia.

Secara spesifik, Yuyun mengingatkan kepada ketua Fraksi Nasdem untuk lebih mahir menjajaki komunikasi dengan internal partai. Bila komunikasi yang dibangun ketua fraksi sudah baik, maka pembahasan baik itu RKA maupun RAPBD, bisa dilakukan bersama-sama di internal partai.

“Ketua fraksi juga harusnya mengomunikasikan dengan ketua (DPD Partai Nasdem) untuk mengumpulkan para pengurus. Misal, masalah kelautan, kan ada bidang kelautan,” katanya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, anggota Fraksi Nasdem DPRD Kota Cirebon, dr H Doddy Ariyanto MM enggan berkomentar terkait keinginan internal partainya untuk ikut membahas RKA maupun RAPBD.  “Saya tidak berwenang untuk menjawab itu. Silakan ke ketua fraksi atau ketua partai,” kata Doddy, ditemui di kawasan Jalan Tuparev Kedawung, kemarin. (jri)

BAGIKAN