Investor Asing Pulang Kampung

5
Dampak Lesunya Bisnis Perbankan 

CIREBON – Nilai tukar rupiah yang anjlok menyebabkan investor asing keluar dari pasar modal Indonesia. Bahkan, setiap harinya, investor asing pulang kampung ke negerinya, terutama yang berada di saham perbankan.

investor asing
Ilustrasi grafik bursa saham. Image by indopos.co.id 

Branch Manager Trimegah Cirebon, Ariffianto mengatakan, sebanyak 60 hingga 70 persen pemegang saham didominasi oleh investor asing. Jika para investor banyak yang meninggalkan Indonesia, dikhawatirkan Indonesia mengalami tekanan jual yang signifikan. Peringkat pertama anjloknya saham yakni berada di sektor perbankan.

“Jika yang terjadi di dua bulan terakhir ini investor luar memilih untuk keluar dan menanan saham di negara lain, justru bagi investor domestik sedang berada dalam posisi wait and see. Mengamati perkembangan nilai rupiah yang membaik,” jelasnya kepada Rakyat Cirebon.

Menurutnya, untuk perbankan sendiri keadaan pendapatan melambat. Kalaupun tidak melambat, posisinya selalu stagnan selama Sembilan bulan terakhir ini sejak awal tahun 2015. Sedangkan kredit macetnya semakin naik. Bahkan, di beberapa perbankan sudah ada beberapa yang mengeluarkan PHK.

Ia menilai, posisi kedua berada di sektor properti. Seperti halnya perusahaan properti besar di Jakarta dan berdampak ke properti lainnya kini mengalami titik lesu. Penjualan tak lagi ramai seperti sebelum nilai rupiah yang turun. Namun, untuk saham sektor konsumtif seperti makanan masih dalam posisi aman.

“Tahun ini nilai rupiah mengalami penurunan yang drastis dengan kenaikan sangat lamban. Berbeda dari tahun 2008, terjadi penurunan nilai tukar rupiah yang cepat namun naik lagi dengan cepat,” bandingnya. Kerugian saat ini, kata dia, diperkirakan bisa mencapai angka 300 miliar per hari selama kurun waktu 2 bulan belakangan ini.

Saat ditemui Rakcer kemarin, Arif mengaku optimis akan mengalami kenaikan investor asing yang sebelumnya keluar perlahan. Karena, menurut data yang dihimpun kemarin, terjadi kenaikan Rp120 miliar untuk posisi beli bersih. “Diperkirakan akhir tahun ini akan membaik seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya,”imbuhnya. (ani)

BAGIKAN