Jalan Menuju Venue Asian Games Makin Lebar

393

Hal ini tentu harus didukung oleh semua pihak terutama masyarakat untuk bisa menyukseskan gelaran bergengsi tingkat Asia ini. Apalagi, ajang Asian Games tersebut bakal menyedot animo penonton atau pengunjung. Tentu, imbasnya cukup bagus terhadap aktivitas perekonomian masyarakat sekitar.

“Pemerintah daerah juga menyiapkan upaya untuk menyukseskanya. Tentu melalui Kordinasi dengan pihak Pemprov dan panitia inti yang dalam hal ini adalah Inasgoc. Karena posisi Pemkab hanya sebagai panitia pendukung yang ketempatan wilayah menjadi venue salah satu cabang olahraga, bahkan pendanaannya pun dihandel dari sana semua (Inasgoc, red),” ujarnya.

Beberapa waktu lalu, Komisi V DPR RI juga menggelar kunjungan kerja ke bendungan rentang. Anggota DPR RI, Nurhasan Zaidi mengatakan, venue ini menjadi terobosan dan kebanggaan bagi warga Majalengka.

“Kami berharap lebih dari sekadar Asian Games, agar bendungan ini dapat dipatenkan sebagai pusat latihan olahraga dayung para atlet Indonesia, dari Majalengka untuk Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, bendungan tersebut juga perlu perhatian intens dan jangka panjang walaupun event sudah selesai. Oleh karena itu, pihaknya menganggarkan Rp5 triliun.

Selain untuk venue, kata dia, bendungan tersebut juga bisa mengatasi 14 ribu hektare lahan sawah yang kebanjiran. Sehingga mampu menyelamatkan stok pangan nasional. Serta suplai air baku masyarakat Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan (Ciayumajakuning).

Sebagai informasi, Perhelatan ASEAN GAMES sendiri dijadwalkan dilaksanakan pada Agustus sampai September tahun ini. Komisi V DPR RI menyarankan kepada Dirjen Cipta Karya, agar bendungan rentang dapat juga dijadikan objek wisata.

“Asian Games saya rasa sudah sangat baik. Namun, akan lebih baik jika ia mampu menjadi objek wisata. Sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat Ciayumajakunging, khususnya Majalengka,” tandasnya.(hsn)