Jamaah Haji Cirebon Terhindar dari Musibah

4
Larang Pindah Rombongan, Kloter 8 Datang 2 Oktober

SUMBER– Kabar musibah yang terjadi saat pelaksanaan ibadah haji pada tahun ini, tidak dialami jamaah haji asal Kabupaten Cirebon. Baik musibah jatuhnya crane di Masjidilharam hingga yang terbaru adalah musibah di Mina, tidak ada korban dari jamaah haji yang berasal dari Kabupaten Cirebon.

kepala kantor kementrian agama kabupaten cirebon h abudin
H Abudin. Doc.Rakyat Cirebon

Seperti yang diungkapkan Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Cirebon, H Abudin saat ditemui Rakyat Cirebon, Senin (28/9). Dikatakan Abudin, jamaah haji asal Kabupaten Cirebon di pastikan selamat dari berbagai musibah yang terjadi di tanah suci pada musim haji tahun ini. Termasuk terhindar dari tragedi di Mina yang menewaskan 34 warga negara Indonesia.

“Jamaah yang berasal dari satu organiasi Islam dari 15 Kabupaten-Kota se-Jawa Barat gabung ke kloter 61. Kebetulan Kabupaten Cirebon tidak memungkinkan, tadinya mau gabung mutasi ke sana. Karena saya tidak mengizinkan, akhirnya mereka tetap di rombongan kita,” kata Abudin.

Ia beralasan, pihaknya tidak ingin menzalimi warga yang termasuk dalam kloter 61. Selain itu, Abudin mengakui jamaah yang ingin dimutasi ke kloter tersebut tidak memenuhi syarat yang ditentukan.  Ia menyebutkan, syarat mutasi yang tak bisa mereka penuhi seperti tak ada keluarga di wilayah kloter bersangkutan dan tak bisa menunjukkan bukti pindah kedinasan ke sana.

Lebih lanjut, Abudin memjamin, jamaah haji awal Kabupaten Cirebon yang tergabung dalam kloter 8, 11, 38, 44 dan 50 dalam kondisi yang aman.  “Yang meninggal di sana hanya tiga orang. Mereka yakni ada yang meninggal di sini pada waktu sebelum berangkat. Dan ada satu di rumah sakit. Meninggalnya juga bukan faktor tragedi, melainkan faktor sakit dan memang ada riwayat sakit sejak mulai mau berangkat dari tanah air,” katanya.

Terkait kepulangan jamaah haji asal Kabupaten Cirebon, pihak Kemenag Kabupaten Cirebon menegaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait.  Abudin menegaskan, kelompok jamaah pertama asal Kabupaten yakni kloter 8, akan tiba di tanah air pada Kamis (1/10) mendatang.

“Sampai di Bandara Halim Perdana Kusuma itu jam 20.00 WIB malam Jumat. Setelah pemeriksaan di sana kemudian bergerak ke Watubelah Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon),” kata Abudin.  Ia mengimbau keluarga jamaah haji yang pulang tidak menjemput di bandara. Penjemputan jamaah baru diperbolehkan saat tiba di Kabupaten Cirebon yang diperkirakan tiba pada Jumat (2/10) dini hari.

Larangan itu menurut Abudin dimaksudkan untuk mempermudah proses pemmulangan para jemaah.  “Selain itu, tas atau koper jemaah juga akan diangkut menggunakan kendaraan khusus agar mempermudah prosesnya,” katanya menambahkan.

Sementara itu, kecemasan sempat menyelimuti salah seorang anggota keluarga jamaah haji asal Kabupaten Cirebon, seperti diungkapkan Ety Nurhayati.
Warga Blok Lemah Abang Desa Megu Gede Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon, itu mengaku khawatir dengan kondisi ibunya, Maenah (65) yang sudah renta di tanah suci saat mendengar kabar berbagai musibah di sana.

“Soalnya beliau kan sudah cukup tua, gak bisa megang HP jadi kami tidak bisa menghubunginya secara langsung untuk menanyakan kabarnya. Tapi setelah ditelusuri informasinya kemudian ada kabar di koran ternyata kloter ibu saya (kloter 38) itu tidak termasuk, kami sekeluarga agak tenang,” kata Ety kepada wartawan beberapa waktu lalu.  Sepengetahuannya, jamaah haji kloter 38 itu dijadwalkan kembali ke tanah air pada 14 Oktober 2015 mendatang. (yog)

BAGIKAN