Jelang Pilkada Permintaan Warga Cepat Dikabulkan

Petani Minta Pengerukan Irigasi, Bupati Realisasikan

KEDOKANBUNDER – Masyarakat Indramayu memanfaatkan momentum jelang Pilkada untuk mengadukan permasalahan di wilayahnya. Seperti halnya Warga Kecamatan Kedokanbunder yang mengeluhkan lahan di wilayahnya saat ini kering serta dangkalnya saluran irigasi pada orang nomor satu di Indramayu Hj Anna Shopanah.

bupati indramayu
Bupati Indramayu dialog dengan warga. Foto : Lazuardi/Rakyat Cirebon

Bahkan permohonan pengerukan irigasi di wilayahnya itu langsung dikabulkan oleh calon Bupati Indramayu itu, dengan menelepon langsung Kepala Distanak. “Air sungai di wilayah kami dangkal. Jadi saat kemarau sekrang ya kering kerontang. Mohon kiranya agar ibu memberikan solusi dengan mengeruk sungainya,” ujar tokoh petani di Kedokanbunder,kepada Rakyat Cirebon, kemarin.

Mendengar adanya keluhan tersebut Bupati Anna perintahkan kepala dinas pertanian dan peternakan Firman Muntako. Dihadapan masyarakat Kedokanbunder, istri Yance itu menelepon dengan di loudspeker dimana menyatakan siap jika hanya sebatas pengerukan sungai. “Tadi saya telfon langsung untuk pengerukan kayaknya bisa dan bisa segera dilakukan,” ujar Anna.

Untuk menyikapi permasalahan pertanian, pihaknya pun menseriusi karena memang bagaimana juga indramayu yang ditunjuk sebagai lumbung padi nasional. “Untuk masalah pertanian tentu kita serius, apalagi tadi Petani meminta ada pengerukan sungai agar volume airnya besar,” tuturnya.

‎Berita sebelumnya akibat kekeringan, sedikitnya 12 ribu hektare tanaman padi di Kabupaten Indramayu mengalami gagal panen (puso). Para petani pun berharap adanya bantuan puso dari pemerintah. “Tanaman padi mengalami puso akibat kekeringan,” ujar Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu, Takmid.

Takmid menyebutkan, realisasi tanam padi pada musim tanam gadu tahun ini mencapai 102 ribu hektare. Dari jumlah itu, 50 persen di antaranya berhasil panen. Sisanya, 12 ribu hektare diantaranya tak berhasil diselamatkan akibat kekurangan air. Sementara lainnya, masih berupa tanaman berumur satu minggu hingga menjelang panen.

Menurut Takmid, puso akibat kekeringan terutama terjadi di daerah yang berada paling ujung dari saluran irigasi yakni Kecamatan Kandanghaur, Losarang, Gantar, Haurgeulis, Cikedung, Terisi, Gabuswetan,  Lohbener, Arahan, Cantigi, Krangkeng, Karangampel, Juntinyuat, Balongan, Jatibarang, Indramayu, Pasekan dan Sindang. (laz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!