Jembatan Diperbaiki, Pedagang Gulung Tikar

4
Segera Ngadu ke Dewan, Desak Pengembang Berikan Kompensasi

HARJAMUKTI– Puluhan pedagang di  Jalan By Pass Ahmad Yani Kota Cirebon menjerit. Pasalnya, warung mereka mendadak sepi pelanggan akibat dari adanya perbaikan jembatan.Pantuan wartawan koran ini, ada sekitar 50 warung terlihat sepi. Bahkan, tidak sedikit pedagang harus gulung tikar karena sepi pengunjung.

pedagang kaki lima cirebon
Sepi pedagang. Foto : Dicki Priyansa/Rakyat Cirebon

Jeritan tersebut mendapat tanggapan dari DPRD Kota Cirebon Didi Sunardi. Didi menyatakan, tidak dipungkiri setiap adanya pekerjaan pembangunan memiliki dampak luas.“Dampak pembangunan tentunya pastiada tapi kita lihat dulu dampaknya seperti apa,” katanya saat ditemui Rakyat Cirebon di ruang kerjanya, kemarin.Untuk itu, lanjut Didi, jika para pedagang di jalur perbaikan jembatan merasa ada yang dirugikan bisa langsung berkirim surat ke DPRD.

“Sampai sekarang kami belum menerima surat pengaduan mereka. Kami menunggu,” katanya.Lebih lanjut, politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, pihaknya akan membicarakan dulu apa yang menjadi persoalan di lapangan.“Kalau surat sudah masuk, kami akan segera agendakan hearing. Bahkan, kami juga akan memanggil pihak pengembang dan pihak dinas terkait,” paparnya.

Sementara itu, salah satu perwakilan pedagang setempat Gugun mengatakan, banyak rekan pedagang di sekitar Jalan Ahmad Yani tepatnya dekat Terminal Harjamukti terpaksa gulung tikar.  “Hampir sebagian besar pedagang di sini bergantung dari kendaraan yang melintas di area tersebut. Nah, sekarang jalannya ditutup sehingga tidak ada kendaraan yang melalui jalur ini,” ujar Gugun.

Gugun menyesalkan karena pengembang tidak melakukan sosialisasi atau pemberitahuan apapun kepada para pedagang adanya pekerjaan tersebut. “Tidak ada sosialisasi, baik dari pemerintah maupun pihak pemborong, langsung main tutup saja,” keluhnya. Pihaknya meminta adanya kompensasi ke para pedagang yang terkena dampak penutupan jalur dari arah terminal menuju Jakarta.

“Kami minta kompensasi sebab pekerjaan selama empat bulan. Sekarang, satu bulan saja sudah banyak yang gulung tikar,” ungkapnya. Lebih lanjut, Gugun menegaskan, pihaknya berencana akan mengadu ke DPRD. “Kami akan datang ke dewan mengadukan persoalan ini,” pungkasnya. (dic)

BAGIKAN