Jembatan Hncur Tanggungjawab Kontraktor, Wawan Gunawan: Tanahnya Labil

119
Jalan penghubung ke jembatan di Blok Rembes, hancur diterjang banjir (Zezen Zaenudin Ali/Rakyat Cirebon)

RAKYATCIREBON.ID-Jalan penghubung jembatan Rp 4,4 miliar, rusak parah. Nyaris hancur, tidak bisa dipergunakan. Diduga, kondisi jalan masih labil.

Kasi Pembangunan Peningkatan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Cirebon, Wawan Gunawan menjelaskan terjadi lantaran kondisi tanah labil. Sementara, curah hujan tinggi menimbulkan banjir besar.

“Sudah diperbaiki. Tapi tanahnya memang labil. Hujan besar, kebanjiran. Jadi longsor,” ucapnya ke Rakyat Cirebon, Selasa (11/2).

Usia jembatan, baru satu bulan setwlah selesai pengerjaan. Kini masuk masa pemeliharaan sampai 6 bulan kedepan. Masih menjadi tanggungjawab kontraktor. “Jadi harus diperbaiki. Kontraktor masih punya kewajiban disitu. Ketika ada kerusakan dimasa pemeliharaan, mereka harus bertanggungjawab untuk memperbaiki,” ucapnya.

Selaku pejabat dari dinas terkait, Wawan mengaku sudah mengetahuinya. Bahkan telah meninjaunya secara langsung. Pihaknya mengaku tidak tahu menahu, ketika ada kerusakan, harus diperbaiki. “Itu resiko kontraktor. Dan kabar baiknya, mereka mau memperbaikinya. Sampai jembatan itu, bisa dipakai kembali,” ucapnya.

Menurut Wawan rusaknya jembatan, terjadi diluar perkiraan. Karena ada kejadian alam. Dipastikan bukan karena salahnya perencanaan, atau asal-asalannya pelaksana kegiatan. “Itu diluar perkiraan,” kata dia.

Wawan mengaku, pelaksana kegiatan tidak diberi sanksi. Karena bukan masuk kategori kelalaian pelaksana. “Itu tdk masuk sanksi,” kata dia.

Sebagai informasi, jembatan itu merupakan penghubung Desa Tegalgubuk ke pasar kain Tegalgubuk. Rusaknya jembatan yang dikenal warga dengan Jembatan Baitul Hikmah di Blok Rembes Desa Tegalgubuk Kecamatan Arjawinangun itu menjadi salah satu dari 23 pengerjaan jembatan se Kabupaten Cirebon yang masuk pembangunan tahun anggaran 2019. Anggarannya berasal dari APBD, nilaninya mencapai Rp 4,4 miliar rupiah.

Sebelumnya, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Anton Maulana menilai banyak pelaksana proyek pengerjaanya asal-asalan. Hasilnya, kualitas pembangunan cepat rusak. Terbukti, dengan ditemukannya jembatan di Blok Rembes. Usianya baru satu bulan, sudah rusak.

Terjadi, lantaran minimnya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di DPUPR. Sehingga, tidak konsen saat melakukan pengawasan. Karena diyakini, terang politisi Partai Golkar itu, bermula sejak masa pengerjaan. “PPK di PUPR itu, megang banyak kegiatan. Jadi pengawasan dan perencanaannya cenderung asal-asalan. Hasilnya, ya begitu. Baru selesai, langsung rusak,” sesalnya. (zen)