Kader PDIP Gotong Royong Sumbang Tora

67
Mustofa Sebut Rakercab Ajang Konsolidasi Internal Partai

SUMBER– Acara rapat kerja cabang (Rakercab) PDIP Perjuangan Kabupaten Cirebon, kemarin, diwarnai dengan penggalangan dana untuk pemenangan Toto Sucartono-Rastawiguna (Tora) yang maju di Pilkada Indramayu.

nyumbang pilkada indramayu
PDIP Cirebon galang dana. Foto : Yoga Yudisthira/Rakyat Cirebon

Berdasarkan pantauan Rakyat Cirebon, ide untuk mengumpulkan sumbangan ini lahir dari pemikiran Ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon H Mustofa SH. Sebelum rakercab dimulai, terdapat beberapa petugas yang memunguti sumbangan dengan berkeliling membawa kardus kosong.

Secara spontanitas, kader yang hadir memberikan sumbangan dan terkumpul uang sebesar Rp3.115.000.  Usai pengumpulan sumbangan, Mustofa mengatakan, pihaknya memang sengaja berinisiatif untuk mengumpulkan sumbangan.

Di samping itu, Mustofa juga menyebutkan, sumbangan ini sebagai bentuk rasa gotong royong sesama kader partai.“Kita sudah ditekankan untuk gotong royong dan mungkin salah satunya adalah dengan kegiatan ini. Semoga saja bisa bermanfaat untuk pembiayaan konsolidasi pemilihan,” terangnya.

Ketua DPRD Kabupaten Cirebon ini menjelaskan, bantuan yang nantinya akan diberikan untuk pemenangan Tora tidak sebatas pada sumbangan kali ini saja. “Ya mungkin nanti ada bantuan lagi. Apalagi, Kabupaten Cirebon ini merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Indramayu sehingga mempunyai tanggung jawab untuk memenangkan pasangan yang diusung PDIP,” tambahnya.

Ditemui di tempat yang sama, Sekretaris DPD PDIP Jawa Barat Abdi Yuhana SH MH mengapresiasi langkah yang diambil oleh DPC PDIP Kabupaten Cirebon. Menurutnya, pengurus DPC PDIP Kabupaten Cirebon telah melaksanakan instruksi partai.

“Memang betul sudah ada instruksi untuk DPC yang terdekat untuk menjaga perbatasan dan juga membantu. Kabupaten Cirebon yang bersebelahan sudah membuktikan rasa gotong royongnya,” ujar Abdi. Abdi berharap, tidak hanya DPC Kabupaten Cirebon saja yang memberikan bantuan kepada pasangan Tora melainkan dari semua daerah yang terdekat dengan Indramayu.

“Instruksi ini bukan hanya untuk Kabupaten Cirebon saja melainkan kepada semua daerah. Karena tahun ini ada pilkada serentak sehingga instruksi ini se-Indonesia,” tandasnya.

RAKERCAB AJANG KONSOLIDASI
Dalam kesempatan lain, Sekretaris DPD PDIP Jabar Abdi Yohana mengungkapkan, PDIP sejauh ini sudah berhasil menunjukkan eksistensinya dalam pemerintahan.

Bukan hanya meraih kemenangan dalam pilpres, PDIP juga disebut terus melakukan perbaikan untuk menjadi partai yang lebih kuat. Oleh sebab itu, Abdi menegaskan pihaknya ingin semua kader ikut mempersiapkan diri dalam menyambut beberapa pagelaran pesta demokrasi mulai dari pemilihan kepala daerah, legislatif hingga pemilihan presiden 2019 mendatang.

“Sudah tidak ada waktu lagi untuk bersantai karena persiapan harus sudah mulai dilakukan. Rakercab ini juga akan dijadikan landasan untuk menyusun program partai kedepannya,” ujarnya.

Abdi juga menegaskan soliditas kader partai harus dipertahankan guna mengahdapinya. Dirinya meyakini, dengan kesolidan semua unsur maka tidak ada lagi yang bisa memecah belah keutuhan partai.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon, H Mustofa SH mengatakan, rakercab pertama ini akan dijadikan momentum mempersatukan semua unsur di dalam partai. Dirinya juga menyebutkan, kekuatan partai terletak pada tiga pilar.

“Pilar pertama yaitu struktur partai. Yang kedua adalah petugas partai di eksekutif dan terakhir adalah petugas partai di legislatif. Dengan menggabungkan semua pilar itu, maka kekuatan sebuah partai akan lebih baik lagi,” ujarnya.

Disinggung mengenai target partainya dalam waktu dekat ini, Mustofa mengatakan, pihaknya akan terlebih dahulu menguatkan struktur internal partai. Oleh karena itu, dirinya menyerahkan semua pelaksanaan rakercab ini kepada panitia.

Sementara, dalam kegiatan Rakercab itu tidak tampak Bupati Cirebon Sunjaya yang merupakan kader PDIP. Namun, Abdi menegaskan, Sunjaya sudah terlebih dahulu meminta izin kepada DPD PDIP untuk absen saat rakercab. Oleh karena itu, kata Abdi, sudah tidak ada masalah yang perlu diperdebatkan.

“Kebetulan bupati sudah laporan ke saya dan DPD kalau dia ada keperluan dinas yang tidak bisa ditinggalkan. Selama komunikasi tetap berjalan, kita anggap tidak ada masalah karena sebagai bupati tentunya yang bersangkutan sangat sibuk dengan urusan kedinasan. Sudah tidak ada masalah lagi,” tandasnya. (yog)

BAGIKAN