Kadishub PTUN Kan Bupati

329
Kadishub Kabupaten Cirebon, Abraham Mohamad MSi menunjukan Surat Undangan, dan ditempatkan di Staf Ahli/IST

RAKYATCIREBON.ID-Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon, Abraham Mohamad MSi mengancam PTUN kan bupati Cirebon, Drs H Imron MAg. Hal itu berkaitan dengan pelaksanaan rotasi mutasi jabatan.

Pasalnya, rotasi mutasi jabatan kali ini, diduga tidak menyesuaikan hasil asessment yang dilaksanakan. ” Hasil asesmen yang sudah dilalui itu sudah diumumkan dan saya direkomendasikan untuk mengisi tiga dinas. Yakni di PUPR, BPPT dan Disnaker. Tapi semua itu tidak dilakukan bupati. Malah di staf ahlikan,” kata Abraham, ke Rakyat Cirebon, Kamis (2/4).

Abraham menyadari, selaku ASN harus siap dimanapun ditempatkan. Hanya saja, pria yang dikenal tegas itu, mengaku kecewa, karena hasil asessmen tidak dilaksanakan bupati. ” Pada prinsipnya saya terima apapun hasilnya. Saya sadar sebagai ASN dirotasikan dan dimutasikan, hal biasa,” ungkapnya.

Namun terus terang, lanjut Abraham, dirinya kecewa dengan keputusan Badan Petimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) yang diketuai oleh Sekda, Rakhmat Sutrisno MSi. “Apa karena hanya beda pendapat, saya di simpan menjadi staf ahli,” ujarnya.

Pasalnya, dijelaskan oleh Abraham pasca insiden Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK dimasa pemerintahan Sunjaya, berdasarkan hasil audit BPKP, dan BPK serta rekomendasi KPK, masih banyak pejabat yang menduduki jabatan strategis.

“Contohnya seperti yang diindikasikan tindak pidana korupsi di masa Sunjaya. PUPR, Dinkes, BPPT, BKD, belum dinas lainnya yang tersandera oleh rekomendasi KPK, dan penerimaan dana 50 juta yang diterima dari mantan Sekdis PUPR, yang sampai dikurung,” bebernya.

Dirinya tidak sekonyong-konyong tidak menerima akan keputusan penetapan dirinya sebagai staf ahli bidang ekonomi dan pembangunan. Semua ada alasannya. Abraham mengaku bekerja di dinas manapun selalu berkarya. “Ada apa ini ? Apa karena secara subjektif Bupati dendam dengan saya,” tegasnya.

Abraham menyayangkan dari apa yang dilakukan oleh Bupati dengan melakukan kebijakan tangan besi. Ia juga mempertanyakan buat apa dilakukan tahapan assesmen dalam pelaksanaan open bidding, ketika hasilnya tidak dilaksanakan. Padahal, hasilnya sudah diumumkan oleh tim asesor.

“Ternyata dengan di staf ahlikan itu tidak sesuai asesmen, tunggu aja tanggal mainnya, kita akan PTUN kan bupati Imron. Sekarang sudah positif. Suratnya sudah diterima saya di Staf Ahlikan,” ungkapnya.

Dari semua proses yang sudah dilalui dengan waktu yang cukup lama, dirinya telah memprediksi dari semua proses ini menunjukan bahwa kepemimpinan Bupati Imron Rosyadi sebagai kepanjangan tangan Mantan Bupati Cirebon Sunjaya.

“Kebijakannya menunjukan ketidak profesionalan yang terindikasi KKN. Akan saya buktikan, bahwa ini terjadi KKN,” pungkasnya. (zen)

BAGIKAN