Kantor BPMPPT Bakal  Disulap Jadi Museum

Kantor BPMPPT Bakal Disulap Jadi Museum

RAKYATCIREBON.ID-Kota Cirebon bakal memiliki museum daerah. Rencananya, pada 2016 mendatang, pembangunan museum diorama sejarah Kota Cirebon bakal dimulai. Hal ini akan menjadi jawaban atas kebutuhan museum.

Karena sebagai kota yang memiliki beragam kebudayaan dan sejarah yang luar biasa, Kota Cirebon belum punya museum daerah.

Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (Bapusipda) Kota Cirebon, Drs Atang Hasan Dahlan mengungkapkan, untuk pembangunan museum diorama, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk membangun gedung diorama itu. Bisa dicairkan oleh Pemkot Cirebon pada tahun 2016 mendatang. Kebutuhan anggaran lainnya tentu akan diusahakan pemkot,” ungkap Atang.

Diakui Atang, Pemkot Cirebon sudah sehak dua tahun lalu menggagas pembangunan museum dan diorama.

Oleh karena itu, saat beberapa waktu lalu, Menpan RB mengimbau agar setiap daerah memiliki diorama. “Kami langsung merespon himbauan itu. Terlebih pemprov sudah mengalokasikan anggaran untuk itu,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Tim Perumus Storyline pembangunan museum diorama sejarah Pemkot Cirebon, Nurdin M Noer mengatakan, sebagai kota yang kaya akan peninggalan seni budaya dan sarat nilai sejarah, sudah seharusnya Kota Cirebon memiliki museum.

“Memang keberadaan museum menjadi kebutuhan,” kata Nurdin.

Menurut dia, naskah maupun nilai-nilai sejarah harus diketahui oleh generasi muda. Setidaknya, generasi muda dapat mengambil nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

“Sehingga bisa diwariskan secara turun temurun,” kata pria yang juga budayawan Cirebon itu.

Dikatakan Nurdin, saat ini, museum yang ada di Kota Cirebon hanya museum benda-benda pusaka koleksi keraton, baik Keraton Kanoman maupun Kasepuhan.

Menurutnya, museum bukan hanya menampilkan simbol-simbol sejarah, tetapi juga perjalanan panjang seni budaya Cirebon, harus ikut ditampilkan.

“Seni budaya dari mulai pengetahuan tentang kuliner, seni pertunjukkan dan seni rupa serta lainnya juga kan bagian dari sejarah, sehingga ikut ditampilkan,” katanya.

Pria berkacamata itu menambahkan, museum yang nantinya dihadirkan akan menampilkan sejarah Pemkot Cirebon yang terbagi dalam lima periodesasi sejarah.

Dijelaskannya, periodesasi dimulai dari masuknya Laksamana Cheng Ho ke Pelabuhan Cirebon pada masa awal Kerajaan atau Kesultanan Islam Cirebon.

“Kemudian perjalanan sejarah berlanjut ke kedatangan bangsa Eropa, kemudian berlanjut ke masa kolonial Belanda, masa penjajahan Jepang dan Kemerdekaan dan berakhir pada periode pascakemerdekaan,” jelasnya.

Untuk tempat, kata Nurdin, yang paling memungkinkan adalah di kantor Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kota Cirebon.

Bangunan kantor itu dianggap tepat. Salahsatunya karena bagian dari sejarah. “Calon tempat sudah siap. Di kantor BPMPPT. Itu lokasinya juga bersejarah,” katanya.

Terkait penamaan, diakui Nurdin, saat ini sudah ada elapan alternatif nama museum yang diajukan tim perumus ke Pemkot Cirebon.

Dari delapan alternatif nama museum yang diajukan tim perumus, nama Lampahing Cirebon yang artinya Perjalanan Cirebon mendapat apresiasi paling tinggi.

“Sementara alternatif nama lainnya yakni, Caruban Nagari, Carub Kanda, Nagari Pusering Bumi, Mande Cirebon, Memori Sejarah Cirebon, Mande Caruban Kanda dan Mande Kanda Caruban,” tandasnya. (jri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!