Kapan Bongkar Muat Batubara Ditutup?

6
DPRD Datangi  Kementrian LH  dan Pelindo 

KEJAKSAN – DPRD Kota Cirebon sepakat aktifitas bongkar muat batubara di Pelindo ditutup. Hal ini lantaran dampak debu batubara kian mengkhawatirkan.
Ketua DPRD Kota Cirebon, Edy Suripno SIP MSi mengatakan, pihaknya melalui Komisi B bersama Kantor Lingkungan Hidup (LH) akan mengadukan persoalan dampak debu batubara yang mengkhawatirkan.

edi suripno pdip cirebon
Edi Suripno SIP MSi. doc. Rakyat Cirebon

“Besok (hari ini, red) komisi B akan berangkat kekementrian LH,” ujarnya kepada Rakyat Cirebon usai menerima perwakilan warga dari Panjunan di griya Sawala, kemarin. Politis PDIP ini menegaskan, pihaknya akan membuat surat resmi terkait penutupan aktifitas bongkar muat batu bara tersebut. “Bila perlu surat resminya itu sampai ke presiden,” kata politisi PDIP ini.

Lagi, lebih lanjut Edy menegaskan, yang terpenting adalah kesehatan masyarakat dan generasi penerus. “Ini bahaya, bisa jadi debu kecil-kecilnya itu menyebar kemana-mana dan demi kesehatan generasi penerus tentu harus ditutup,” tandasnya.

Sementara itu, masyarakat yang berada dikawasan Kerja PT Pelindo II Cabang Cirebon semakin hari geram lantaran aktiftas bongkar muat batu bara tetap berjalan meski berulang kali warga sekitar melakukan protes. Seperti, bagi-bagi masker, gelar spanduk penutupan bongkar muat batu bara dan aksi lainnya.

“Saya itu untuk rebahan saja susah pak, lantai hitam semua. Bahkan yang sangat tidak manusiawi itu ketika ramadan pak, 24 jam nonstop aktifitas bongkar muat itu terus berjalan. Mereka anggap kami apa,” kata salah satu warga dirapat itu. Sementara itu, Hasno selaku ketua Paguyuban Masyarakat Panjunan Bersatu (PMPB) menegaskan, bahwa atas apa yang dirasakan oleh warga meminta untuk menutup aktifitas bongkar muat batu bara itu.

“Kita sampaikan dirapat ini, bahwa kita menginginkan untuk tutup bongkar muat aktifitas bongkar muat batu bara itu,” ucapnya.Sedangkan, kondisi di kawasan kerja PT Pelindo II Cabang Cirebon ini semakin parah akibat debu batu bara.
Terpisah Ketua Komisi B DPRD Kota Cirebon Didi Sunardi mengatakan, pihaknya akan melakukan konsultasi ke Pelindo pusat hari ini. “Iya kami akan konsultasi ke pusat,” paparnya.

Menurutnya, dijadwalkan kunjungan pertama akan melakukan kunjungan pertama ke KLH. “Iya kami akan memberikan data penguatan atas dasar adanya penolakan batu bara, barang bukti seperti debu,” tuturnya.Ia mengatakan, pihaknya sudah meminta agar pihak Satgas KHL Jawa Barat turun ke cirebon. “Iya kami ingin satgas untuk turun ke Cirebon,” tandasnya. (man/dic)

BAGIKAN