Kapolres Ciko Tak Penuhi Undangan, Jurnalis Cirebon Kecewa Lagi

Kapolres Ciko Tak Penuhi Undangan, Jurnalis Cirebon Kecewa Lagi

RAKYATCIREBON.ID-Setelah menggelar aksi solidaritas didepan Mapolres Cirebon Kota, Senin (12/10) lalu, dan kecewa karena tak ditemui Kapolres, para jurnalis yang tergabung dalam Solidaritas Aksi Jurnalis Anti Kekerasan (SAJAK) Cirebon berinisiatif mengadakan diskusi mengenai kekerasan terhadap jurnalis dengan mengundang orang nomor satu di kepolisian Resor Cirebon, Kamis (15/10).


Namun, kali ini mereka kembali dikecewakan karena Kapolres Cirebon Kota, AKBP Syamsul Huda tak memenuhi undangan yang dilayangkan, dan malah mengutus Kasubbag Humas sebagai perwakilan.


Koordinator SAJAK Cirebon, Faisal Nurrathman mengungkapkan, diskusi yang diagendakan ini merupakan rangkaian dari aksi solidaritas yang sebelumnya dilakukan dengak turun ke jalan, namun dikarenakan kembali menelan kekecewaan karena tetap undangan tak dihiraukan Kapolres, maka rangkaian aksi solidaritas Sajak akan terus dilakukan.
Dijelaskan Faisal, melalui surat yang dilayangkan, Kapolres Cirebon Kota diminta untuk menjadi narasumber dalam diskusi, namun karena diwakilkan, para jurnalis menolak Kasubbag Humas sebagai narasumber.

“Surat yang kami kirim berisi permintaan AKBP Syamsul Huda sebagai narasumber bukan sebagai tamu, narasumber berkewajinan menjawab, dan ketika diwakilkan oleh Kasubag Humas, IPTU Ngatija, maka hanya kita jadikan pendengar saja,” ungkap Faisal.


Dengan tidak hadirnya Kapolres, kata Faisal, hasil dari diskusi yang sengaja diadakan dengan mengangkat tema “kekerasan terhadap jurnalis” tersebut pun tidak sesuai harapan, dimana tujuan dari diselenggarakannya diskusi adalah untuk menyelesaikan persoalan dampak kekecewaan saat aksi pertama, namun ternyata pihak Polres Cirebon Kota lagi-lagi tidak merespon permintaan para jurnalis.
“Hari ini kami dikecewakan lagi, teman-teman memutuskan akan kembali melakukan aksi demonstrasi dengan masa jurnalis yang lebih banyak, tuntutan kita masih sama, MOU yang berisi tidak adanya kekerasan pada jurnalis dan keterbukaan informasi terhadap publik,” tegas Faisal.
Pada salah satu point tuntutannya, SAJAK menyoal jaminan keamanan saat peliputan, karena dikatakan Faisal, hasil evaluasi saat peliputan aksi penolakan UU Cipta Kerja di Cirebon yang berujung rusuh, masih terjadi ada salah satu jurnalis yang di intimidasi oknum kepolisian.
“Dipastikan bahwa jaminan keamanan saat meliput itu perlu, kawan kita saat meliput diminta untuk menghapus video dengan nada ancaman, ini seharusnya tidak terjadi, oleh karena itu kita desak Kapolres, meskipun sampai hari ini belum ada respon,” kata Faisal.
Selain menyoal jaminan keselamatan saat peliputan, SAJAK juga mempertanyakan keterbukaan informasi di Polres Cirebon Kota dibawah kepemimpinan AKBP Syamsul Huda selama kurang lebih delapan bulan.


“Faktanya Bisa dilihat bahwa selama ia menjabat tidak menggelar satupun pers release secara tatap muka sebagai tanda keberhasilan Polres menjalankan tupoksinya, harapan kita dua tuntutan tersebut dikabulkan,” pungkas Faisal.


Meakipun kecewa karena undangan sebagai narasumber tak direspon Kapolres, diskusi kemari tetap berjalan dan dilanjutkan dengan merapatkan aksi selanjutnya. (sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!