Kapolres: Krangkeng Dan Kertasemaya Rawan Begal

74
INDRAMAYU‎ – Maraknya aksi begal beberapa pekan terakhir dibenarkan Kapolres Indramayu AKBP Widjonarko, ia memastikan Kecamatan Krangkeng dan Kertasmaya wilayah darurat begal.Kapolres juga tidak menampik jika dalam sepekan di dua wilayah tersebut bisa terjadi belasan aksi pembegalan dan membuat warga sekitar menjadi resah.

begal indramayu
Ilustrasi begal. Image by jawapos.com

“Dua wilayah itu memang kita tetapkan rawan karena memang sering terjadi pencurian dengan kekerasan kendaraan (Begal, red),” tegasnya kepada Rakyat Cirebon.Hasil analisanya, dua wilayah tersebut karena jalan utamanya selalu sepi, ditambah penerangan jalannya juga kurang representatif.

“Jalur sepi, penerangan kurang dan track lurus itu mendukung sekali aksi pembegalan atau kejadian curas,” ucapnya.Meski demikian, pihaknya telah melakukan prosedur dalam menekan angka curas tersebut melalui cara preemptif, preventif dan represif.

“Kita telah melakukan tiga hal untuk menyikapi curas kendaraan yakni preemptif, preventif dan represif,” terangnya.Selain itu, Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Indramayu, Kompol Gotam Hidayat menambahkan, berbicara titik begal di Jalur Indramayu-Krangkeng dimulai dari Pabrik Polytama Jalan Raya Juntinyuat hingga Krangkeng.

“Kecamatan Juntinyuat juga masuk jalur titik rawan curas kendaraan di Indramayu,” ungkapnya.Namun mengantisipasi hal itu, pihaknya mengaku telah melakukan berbagai hal mulai dari mengkoordinasikan dengan para tokoh masyarakat dan agama melalui babinkamtibmas setiap polsek dengan para kuwu diwilayahnya, hingga menempatkan beberapa pos di titik-titik jalur rawan tersebut dengan menempatkan 4 personil serta 1 Mobil patroli.

“Kita selalu koordinasi dengan tokoh masyarakat dan agama untuk bersama-sama ikut berpartisipasi menjaga keamanan,” ungkapnya.Adapun untuk jumlah laporan curas kendaraan roda dua (R2) dari Bulan Januari sampai dengan Oktober Tahun 2015 sebanyak 18 pengungkapan dengan 7 tersangka. (laz)

BAGIKAN