Kasatpol PP : Anggota Terlibat, Laporkan!

50
Bakal Ditindak Tegas Sesuai Ketentuan Kode Etik


MAJALENGKA – Menanggapi persoalan keterlibatan aparat yang diduga membekingi aktivitas galian C di Majalengka, Kasatpol PP Majalengka Yusanto Wibowo membantah tegas. Pihaknya berani memastikan tidak ada anggota Satpol PP yang terlibat dalam pengkondisian mayoritas galian C. Bahkan, ia menyarankan bila memang ada atau menemukan, agar segera melaporkan secara langsung kepada dirinya.

galian liar majalengka
Lubang bekas galian c ilegal. Foto : Herik Diana/Rakyat Majalengka

“Sepengetahuan saya tidak ada anggota Satpol PP yang terlibat. Bila ada, segera laporkan kepada saya dengan barang bukti yang jelas agar saya bisa memproses sesuai ketentuan,” tegasnya singkat, sewaktu dikonfirmasi Rakyat Majalengka (Rakyat Cirebon Group), Senin (28/9).

Sementara itu, aktifitas di lokasi galian C yang ditemui di sekitar wilayah Ligung dan Palasah, memang masih terlihat sejumlah truk hilir mudik yang mengangkut tanah. Rata-rata bekas galian C terlihat menganga dan terkesan tak beraturan.

Menurut sejumlah warga, aktivitas truk sudah berlangsung sejak musim hujan tahun kemarin, sebelum jalan tol Cipali diresmikan. Warga menyangka aktivitas galian tersebut akan berakhir setelah jalan tol tersebut beroperasi, nyatanya aktivitas galian C masih saja berlangsung, meski jalan tol telah dipergunakan sebagaimana mestinya.

Salah seorang warga, Rizqi mengatakan, tidak habis pikir dengan adanya aktivitas galian C tersebut. Ia merasa heran dengan adanya sejumlah galian yang masih beraktifitas. “Kalau memang tak berizin kok kenapa gak ditertibkan saja. Saya pikir setelah tol Cipali diresmikan aktifitas galian C berakhir, nyatanya masih saja beroperasi hinggi kini,” ujarnya.

Sementara itu warga lainnya, Winarsih mengatakan, selain musim kemarau yang panjang yang membuat debu berhamburan ke rumah-rumah hingga masuk ke sejumlah ruangan. Warga juga merasa terganggu akibat hilir mudik truk yang selalu saja menimbulkan debu berhamburan semakin tebal.

“Debu-debu semakin berhamburan ke jalan, saya dan warga lain jika menjemur pakaian putih, langsung berubah coklat seperti baju seragam pramuka,” jelasnya. (hrd)

BAGIKAN