Kasus Misbah Cambuk untuk Menang

Kasus Misbah Cambuk untuk Menang

Ia sangat berterima kasih kepada para Alim Ulama yang bangkit dan tetap bersemangat dalam memperjuangkan kebenaran. Ia mengisahkan Agama Islam yang berkembang dimulai dari masjid kecil, yakni Masjid Nabawi di Kota Madinah. Kendati masjid kecil, tapi mampu meruntuhkan peradaban Romawi di Barat waktu itu. Kemudian, Islam yang kecil waktu itu ternyata mampu menumbangkan peradaban Persia, hingga sampailah peradaban Islam ke Nusantara.

“Islam bisa besar karena pada saat itu umat Islam ulamanya ya pengusaha, politikus ya ilmuwan. Oleh karena itu, Belanda waktu itu berkuasa, dia ingin Ulama ngajar ngaji saja, kekuasaan dia, ekonomi dia. Maka dari itu saya ingatkan ini kepada para ulama, jangan sampai terjadi lagi. Politik penting, ekonomi penting, jangan sampai dikuasai asing. Kalau umat Islam bersatu, ini bisa dikompersi dalam kekuatan politik dan ekonomi, baru Indonesia akan jaya,” bebernya.

Untuk itu pula, ia meyakinkan masyarakat untuk merebut kekuasaan apakah yang di pusat maupun di daerah dengan kekuasaan yang adil, yang tidak dzalim, yang berpihak dan mencintai umat dan ulama. Hal itu menurut Zul, merupakan persoalan semua, persoalan umat dan persoalan Ulama. Di Kuningan Umaro dan Ulama harus bersinergi agar hidupnya damai, adil, terhormat, hal itulah menjadi perjuangan semua, bukan untuk PAN, bukan untuk Dudy-Udin, tapi untuk umat di Kabupaten Kuningan.

“Umat Islam yang besar ini perlu diperlakukan adil, disayangi, dicintai, ulama-ulamanya harus dihormati, jangan dilist, jangan disertifikat. Ulama disetifikat 200, yang jutaan gimana?. Makanya saya bilang cabut, minta maaf, kalau gak, bisa kualat. Kemenag urusin dulu aja pegawainya, itu urusin ratusan ribu masyarakat yang kena tipu umroh. Ulama jangan diam gara-gara nasi kotak, hati-hati para ulama. Ini Ketua MPR saja yang protes keras,” ucap Zul.

Dalam perjalanan Pilbup Kuningan, Zul mengimbau kepada Paslon Dudy-Udin yang diusung PAN, Golkar, dan Gerindra jangan tenang-tenang saja, karena Pilbup ini bukan pemilihan ketua RT. Dikatakan, yang melaporkan Misbah jelas itu untuk melemahkan mental Dudy-Udin dan seluruh Parpol Pengusung deserta relawan dan pendukungnya. Ia mengingatkan agar tidak terpenagruh dengan kasus Misbah, jangan jatuh, bahkan harus bertambah semangat.

“Kita harus bisa mengalahkan yang lapor itu. Sekarang tanggal 27 Mei, sebulan lagi Pilkada. Bagi tugas, H Dudy sendiri 10 titik tiap hari, H Udin sendiri 10 titik tiap hari. Jangan libur, lebaran juga jangan libur. Kader-kader juga jangan cuma nonton, kalian juga 10 titik sehari. Tidak ada kemenangan kalau calonnya santai, tidak ada. Semua orang kerja keras, mana yang paling keras itu yang menang, cuma jangan dzalim. Yang dzalim pasti kalah, ini bulann puasa, kita doakan Insya Allah diijabah doa kita. Kita harus terus bekerja sampai kemenangan datang,” ajak Zul disambut takbir dari ratusan kader PAN dan relawan serta pendukung Dudy-Udin.(ale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!