Kasus Pencabulan di Kuningan Meningkat

5
Terdapat 25 Kasus pada 2016, Naik 20 Persen Dibanding 2015

KUNINGAN – Penc*bulan selalu menjadi salahsatu kasus fenomenal yang ditangani unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kuningan. Sebab, kasus ini mencuat ketika memasuki musim penghujan seperti di akhir tahun.

pelaku pencabulan
Pelaku penc*bulan. Foto: Aleh/Rakyat Cirebon

Kanit PPA Polres Kuningan, Aiptu Dahroji menuturkan, setiap akhir tahun dan masuk musim penghujan, ada saja perkara yang masuk ke Unit PPA.

“Kalau dikatakan kebetulan tidak juga. Karena ini setiap tahunya begitu. Jika sudah masuk musim penghujan, ada saja perkara c*bul yang kita tangani,” ungkap Dahroji.

Ia memperkirakan, cuaca dingin bisa jadi sebagai salahsatu penyebabnya. Ditambah lagi dengan kurangnya kontrol dari orangtua.

Sebab kasus penc*bulan yang masuk kebanyakan mereka yang berpacaran serta pelakunya orang terdekat atau masih berada di sekitar korban.

“Mereka yang berbuat c*bul, kemudian tidak terima dan akhirnya melaporkan pacarnya sendiri. Dan memang kebanyakan disaat musim penghujan,” sebutnya.

Bisa jadi juga, kata dia, ketika musim hujan, suasana untuk berbuat c*bul sangat mendukung.

Apalagi antara kedua belah pihak sudah menjalani hubungan pacaran. Godaan setan membuat mereka kebablasan dan berprilaku di luar kewajaran.

“Mereka sering bertemu, lalu kebablasan, ditambah lagi cuaca mendukung,” sambungnya.

Tidak mau lagi hal serupa terjadi, Dahroji mengaku, perlu untuk mengantisipasi hal tersebut.

Ia berpesan kepada para orangtua agar mengawasi anak-anaknya dengan ketat.

“Setidaknya anak kita pergi kemana kita harus tahu. Kalau di sekolah kan guru yang mengawasi, kalau di rumah itu sudah tanggungjawab orangtua,” terangnya.

Untuk tahun 2016 hingga bulan Desember, lanjut Dahroji, Unit PPA Polres Kuningan sudah menangani kasus penc*bulan hingga 25 lebih kasus, ada yang sudah divonis dan ada juga yang masih proses.

Jika dibandingkan dengan tahun 2015, untuk tahun ini terjadi kenaikan 20 persen untuk kasus penc*bulan.

“Kita merasa terpanggil. Ya kita harapkan mereka dibekali ilmu agama yang banyak. Agar mereka tahu perbuatan seperti itu salah. Karena menyangkut masa depan mereka dikemudian hari,” jelasnya. (ale)

BAGIKAN