Kemarau, Air Situ Janawi Tetap Melimpah

15
RAJAGALUH – Akibat kemarau panjang sejumlah sumber air di Majalengka mulai mongering. Namun, di Situ Janawi Desa Payung Kecamatan Rajagaluh, airnya tetap melimpah, sehingga sering dimanfaatkan warga untuk keperluan mandi.

situ janawi majalengka
Situ Janawi. Foto : Herik Diana/Rakyat Majalengka

Menurut warga setempat mengkau sangat bersyukur meskipun kemarau panjang tak pernah kesulitan air karena ada sumber air yang melimpah dari Situ Janawi. Beberapa anak PAUD dan TK seringkali terlihat mandi jika telah pulang dari sekolahnya. Kolam ini memang tidak dalam, hanya sedalam perut orang dewasa, itupun tidak terlalu dalam karena banyak bebatuan besar.

Saat ini kondisi kolam situ Janawi yang berukuran besarnya tengah dibersihkan. Karena terlalu banyak eceng gondok, sementara untuk kolam yang kecil yang sering dipakai untuk mandi anak-anak tak pernah mengalami surut, meskipun musim kemarau panjang.

Salah seorang ibu rumah tangga, Wiwin mengaku dirinya sengaja mengantar anaknya untuk mandi di situ Janawi, mengingat beberapa temannya juga ingin mandi di air yang jernih tersebut. Apalagi, kondisinya saat ini di wilayah Payung dan Sindangpano juga tidak sedingin beberapa tahun yang lalu.

“Air di sini memang melimpah, meski kemarau panjang di sini tetap banyak. Kami bersyukur karena di tempat lain katanya udah mulai kekurangan air,” ujarnya kepada Rakyat Majalengka (Rakyat Cirebon Group), Minggu (11/10).

Menurutnya, beberapa anak SD, maupun SMP juga sering bermain di situ Janawi. Mengingat tempatnya yang sejuk dan adem membuat semuanya ingin berenang di kolam kecil yang jernih airnya itu.

“Banyak yang suka mandi di sini, mulai dari anak TK, SD sampai orang dewasa. Ada juga beberapa pedagang yang sengaja menyempatkan renang, sekedar untuk menghilangkan hawa panas,” ujarnya.

Sementara itu salah seorang warga lainnya, Gian (38) mengatakan, di atas Janawi masih ada sejumlah sumber mata air yang lainnya diantaranya Sadarehe. Hanya saja saat ini akibat kemarau panjang, beberapa pohon ada yang ikut terbakar. Sehingga dirinya khawatir akan imbas ke sumber mata air.

“Di atas Janawi ini masih ada banyak pepohonan dan hutan, saya berharap tidak terjadi kebakaran seperti yang seringkali terjadi di wilayah lain. Kalau pepohonan ditebangi kan gak asri juga. Kami di sini sangat bersyukur karena kondisi airnya masih melimpah,” jelasnya. (hrd)

BAGIKAN