Kesultanan Cirebon Vassal VOC

Kesultanan Cirebon Vassal VOC

Pada tahun 1768, Sultan Kacirebonan dibuang ke Maluku karena dianggap terlibat dalam gerakan social melawan VOC dan kesultanan dihapuskan, tanah dan kraton miliknya dikembalikan ke Kesultanan Kasepuhan. Kemudian pada tahun 1773, Panembahan Cirebon meninggal dunia tanpa meninggalkan anak, maka tanah dan keraton miliknya dibagi antara Kasepuhan dan Kanoman. Jadi, setelah tahun 1773, di Cirebon hanya ada dua keraton, yaitu Kasepuhan dan Kanoman.

Peranan Pangeran Aria Cirebon sebagai Opzichter dan Bupati VOC untuk Wilayah Priangan dan Penulis Naskah Carita Purwaka Caruban Nagari

Situasi politik Cirebon yang sudah terkotak-kotak itu, memang tidak bisa dihindarkan. Namun ada hal yang menarik, bahwa seorang keturunan Sunan Gunung Jati, yaitu Pangeran Aria Cirebon, tampak berusaha langsung atau tidak langsung untuk menunjukkan soliditas Cirebon, sebagai suatu dinasti yang lahir dari seorang Pandita Ratu. Pertama, ketika ia diangkat sebagai opzigther dan Bupati VOC untuk Wilayah Priangan dan kedua , ia menulis naskah Carita Purwaka Caruban Nagari.

Ketika Sultan Sepuh I meninggal, Pangeran Aria Cirebon yang nama aslinya adalah Pangeran Aria Gede Wijaya atau Abi Mukharam Muhamad Kaharuddin, tidak menjadi pewaris Kesultanan. Ia mendirikan Keraton Kacirebonan yang sesungguhnya tidak setingkat Kesultanan. Pangeran Aria Cirebon, melalui besluit tertanggal 9 Februari 1706, akhirnya diangkat sebagai opzichter (pengawas) dan bupati kompeni, yang bertugas menertibkan administrasi pemerintahan, mengawasi produksi pertanian, dan bertindak sebagai jaksa bersama-sama dengan Residen Cirebon.

Ada hal yang menarik tentang pengangkatan Pangeran Aria Cirebon ini. Mengapa ia diangkat sebagai pejabat setinggi ini? Ada beberapa alasan: Setelah Bupati Sumedang tidak diangkat lagi oleh VOC sebagai Bupati Wedana, maka diperlukan seorang tokoh yang bisa mengkoordinasikan para Bupati di Priangan, untuk menjaga persaingan tidak sehat, maka Pangeran Aria Cirebon, sebagai orang luar, dianggap pantas untuk jabatan ini. Pangeran Aria Cirebon banyak berhubungan dengan VOC , pada akhir tahun 1704 ia pernah diangkat sebagai penasihat Residen Cirebon, Jan Coin. Ia juga pernah menjadi pengawas penebangan kayu di Indramayu. Ketika wilayah Priangan diserahkan oleh Mataram kepada VOC pada tanggal 5 Oktober 1705, ia ikut menjadi anggota komisi yang ditugasi menyusuri daerah-daerah yang akan dijadikan batas wilayah VOC dengan Mataram. Jangan lupa juga, bahwa VOC akan lebih memilih pengawas yang bertindak sebagai middlemen ini bukan dari Sumedang, yang kecewa karena tidak diangkat sbg Bupati Wedana, namun dari Cirebon yang sudah menjadi vassal VOC.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!