Ketua DPRD Mendadak Tertutup

7
Andru Desak Beri Klarifikasi, Tommy Dorong ke Ranah Hukum


KEJAKSANDua hari diguncang isu proyek plat merah, Ketua DPRD Kota Cirebon Edi Suripno SIP MSi mendadak sulit ditemui dan dihubungi.

rumah dinas dewan  kota cirebon
Rumah dinas DPRD Kota Cirebon. Foto: Nurul Fajri/Rakyat Cirebon

Beberapa pihak menengarai, menghilangnya Edi lantaran santernya isu miring yang mengarah ke dirinya mengenai proyek lima paket pengerjaan pembangunan fisik dari APBD Perubahan Provinsi Jawa Barat 2015 senilai Rp1 miliar.

Beberapa anggota dewan yang kemarin terlihat ngantor, mulai memperbincangkan tudingan yang mulanya dilayangkan politisi PPP, Nurhaedi. Termasuk dengan menghilangnya Edi Suripno.
Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan koran ini, pada Selasa lalu, Edi datang ke gedung dewan tidak lama.

Kabarnya, Edi lebih memilih duduk-duduk di ruang lobi yang berada persis di sudut depan Griya Sawala, dahulu bekas ruang karaoke fasilitas DPRD. Tidak lama, Edi kemudian meninggalkan gedung dewan.

Kemarin, sejumlah wartawan sudah sejak pagi menanti politisi yang juga ketua DPC PDI Perjuangan itu di gedung DPRD. Namun, Edi tak kunjung tiba.

Padahal, ia diketahui berada di Kota Cirebon, karena tak mengikuti kunjungan kerja bersama komisi B maupun A ke luar kota.

Sekitar pukul 10.30, anggota Fraksi PDIP, Fitria Pamungkaswati terlihat keluar gedung DPRD.
Saat para awak media menanyakan keberadaan Edi, Fitria mengaku tak banyak tahu.

Hanya saja, kata Fitria, Edi kemungkinan sedang sibuk dengan kegiatannya di luar gedung dewan.

“Mungkin Pak Ketua sedang ada kesibukan di luar. Lagipula biasanya juga beliau rajin ngantor,” kata Fitria, seraya berlalu.

Ia bahkan sempat mengisyaratkan, Edi berada di sekretariat DPC PDIP Kota Cirebon, di Jalan Diponegoro.

Beberapa menit kemudian, mobil dinas jenis CRV warna hitam dengan plat nopol E 12 A yang biasa dipakai Edi, masuk halaman gedung DPRD.

Namun, di mobil itu persis hanya ada sopir pribadi Edi. Menurutnya, Edi masih menghadiri kegiatan partai di sekretariat DPC PDIP.

Setelah itu, sejumlah wartawan bersama-sama menuju sekretariat DPC PDIP di Jalan Diponegoro. Hasilnya nihil. Tak ada aktivitas apapun di bangunan bercat merah itu.

Bahkan, pintu gerbang sekretariat DPC PDIP terlihat terkunci. Tak sampai di situ, pencarian orang nomor satu di DPRD Kota Cirebon itu dilanjutkan ke rumah dinasnya, di Jalan KS Tubun.

Di sana, salah seorang penjaga menyampaikan, Edi belum pulang ke rumdin. “Bapak masih di luar. Belum datang mas,” kata pria itu.

Di garasi rumdin ketua DPRD, terlihat terparkir dua unit mobil plat merah jenis sedan warna hitam yang sama-sama bernopol E 5 A.

Edi diketahui keluar dari rumdin sejak pagi hari, alasannya hendak ke kantor dewan.
Saat hendak dikonfirmasi melalui sambungan ponselnya, Edi pun tak menjawab panggilan telepon dari Rakyat Cirebon.

Biasanya, legislator asal dapil III Kejaksan-Lehamwungkuk itu bersikap komunikatif dengan wartawan.

Sikap Edi yang mendadak tertutup bahkan menghilang itu mendapat kritikan pedas dari Fraksi Partai Demokrat. Sebagai ketua DPRD, seharusnya Edi bisa memberi penjelasan kepada anggota dewan terkait isu santer yang menyebutkan dirinya terlibat perebutan proyek.

“Minimalnya ketua harus menjelaskan kepada anggota dan publik terkait isu yang berkembang di lapangan,” kata Ketua Fraksi Partai Demokrat, M Handarujati Kalamullah SSos.

Senada disampaikan anggota Fraksi Gerindra, Tommy Sofianna SH. Ia mengaku prihatin mengemukanya kabar yang menyebutkan adanya perebutan proyek yang melibatkan oknum pimpinan DPRD.

“Laporkan saja ke pihak berwenang. Karena hal demikian juga sudah mencemarkan nama baik DPRD,” kata Tommy. (jri)

BAGIKAN