Kirab Koin NU Diperpanjang Lima Hari

128
IKUT KIRAB
IKUT KIRAB. Warga, pelajar serta para santri pondok pesantren Darul Ma'arif Cikedung desa Maja Utara kecamatan Maja tampak sedang mengikuti kirab Kirab Koin NU, Selasa, (24/4). Awalnya Kirab Koin NU ini hanya berlangsung dua hari, namun diperpanjang selama lima hari.

MAJALENGKA – Memasuki hari ke dua Kirab Koin NU di Kabupaten Majalengka mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Warga, pelajar serta santri pondok pesantren Darul Ma’arif Cikedung desa Maja Utara kecamatan Maja juga ikut berbondong-bondong pada kirab tersebut, Selasa, (24/4).

Koordinator Kirab Koin NU Kabupaten Majalengka, KH Zaenal Muhyidin mengatakan, partisipasi masyarakat Majalengka dalam Kirab Koin NU cukup tinggi.

Alhamdulillah hari pertama di wilayah Leuwimunding, Rajagaluh dan Sindangwangi mendapat sambutan meriah dari masyarakat”, ujar Zaenal kepada Rakyat Majalengka, kemarin.

Pria yang juga Menjabat Ketua PC NU Care – LAZISNU Majalengka ini mengungkapkan, dengan adanya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kegemaran berinfak dan bershadaqah merupakan hal positif bagi pembangunan sebuah bangsa, negara dan organisasi kemasyarakatan.

“Hobi berinfak dan bershadaqah ini hebat. Kirab Koin NU ini akan berkeliling se-pulau Jawa. Jadi, kalau masyarakat antusias. Itu artinya pembangunan bangsa, negara dan ormas seperti NU akan lebih mudah,” tandasnya.

Bahkan, kata dia, awalnya Kirab Koin NU ini hanya berlangsung dua hari di Majalengka diperpanjang selama lima hari.

“Awalnya agenda Kirab ini cuma dua hari di Majalengka, tapi mengingat banyak daerah yang ingin dikunjungi maka diperpanjang menjadi lima hari,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pengasuh ponpes Darul Ma’arif Cikedung, KH Aa Trisnogomo dalam penyambutan rombongan kirab mengungkapkan rasa terimakasih kepada rombongan kirab koin NU yang telah memberikan pelajaran dan pengamalan penting tentang infak dan shadaqah.

“Tentunya, kami bersyukur, melalui program ini anak didik kami dilatih untuk terus gemar berinfak dan shadaqah,” ujarnya.

Ia juga mengajak kepada seluruh masyarakat yang hadir. Khususnya para santri untuk memberikan infak dan shadaqahnya dengan ikhlas sesuai dengan kemampuan masing-masing dan dijadikan sebuah kebiasaan yang baik.

“Didepan kita sudah ada kotak koin NU, marilah dengan niat ikhlas sisihkan rejeki kita untuk dimasukkan ke dalam kotak tersebut,” ajaknya.

Ditempat yang sama salah seorang santriwati, Mirna Oktavia mengungkapkan rasa senangnya kalau hari ini bisa menyisihkan uang jajannya untuk berinfak. “Alhamdulillah, pagi ini saya bisa berinfak”, ungkapnya.

Ketika diminta komentarnya tentang adanya agenda Kirab Koin NU, siswi kelas sembilan MTs ini mengatakan, agenda Kirab Koin NU sangat positif dan bisa melatih dirinya dan teman-temannya untuk lebih gemar berinfak.

“Kegiatan ini positif sekali bagi kami yang masih remaja. Jadi, bisa senang berinfak. Kalau dilatih dan dibiasakan seperti ini”, jelasnya.(hsn)