KOMPI: Pemerintah Jangan Dzolimi Warga

KOMPI: Pemerintah Jangan Dzolimi Warga

Ketua PCNU Kabupaten Indramayu itupun mengaku akan ikut serta membantu masyarakat, terutama dalam mendorong pemerintah pusat dan pihak terkait bisa mengambil kebijakan kongkrit. “Jangan sampai masyarakat bergejolak, karena ini bukan hanya urusan perut tapi urusan nyawa manusia,” tukasnya.

Pihaknya mengapresiasi begitu tanggapnya para relawan dari unsure masyarakat yang membantu warga di Desa Dadap, terutama dari Barisan Ansor Serbaguna Tanggap Bencana (Bagana) Ansor NU, yang semalaman mengawal masyarakat yang diterjang banjir rob.

Kepala Satkorcab Banser Ansor NU, Yusuf Odhing menegaskan, pihaknya menginginkan agar Negara hadir dalam kondisi masyarakat terkena bencana. “Partisipasi kami hanya tenaga, namun tetap kebijakan ada pada pemerintah, untuk menyelesaikan begitu panjangnya pesisir pantai yang abrasi,” katanya.

Panjang laut di Kabupaten Indramayu sangat luar biasa, lebih dari 140 KM, Dadap menurutnya bukan satu-satunya yang terkena banjir rob, beberapa bulan silam juga wilayah eretan ratusan rumah warga pesisir terkena banjir rob.

“Kalau pemerintah hanya menonton masyarakat terkena banjir rob itu artinya mendzolimi masyarakat, sementara APBN dan APBD sangat memungkinkan untuk menyelesaikannya,” katanya. (vic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!