Kondisi Jembatan Rp4,4 Miliar Makin Parah, Jalan Penghubungnya Hancur Diterjang Banjir

322
Jalan penghubung ke jembatan di Blok Rembes, hancur diterjang banjir (Zezen Zaenudin Ali/Rakyat Cirebon)

RAKYATCIREBON.ID-Pasca hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Cirebon, kondisi jembatan Rp 4,4 miliar rupiah di Blok Rembes Desa Tegalgubuk Kecamatan Arjawinangun nambah parah. Nyaris hancur. Tak bisa digunakan. Sebabnya, infrastruktur jalan penghubung itu, hampir putus.

Sebelumnya, kondisi jembatan itu telah menjadi sorotan. Mengingat, belum genap satu bulan sudah hancur. Setelah diperbaiki, ternyata malah di “serang” luapan banjir. Kini, kondisinya nambah parah.

Warga setempat, Ari mengatakan, intensitas hujan yang sangat tinggi menjadi penyebab hancurnya jembatan. “Liat saja, jalan penghubung jembatan itu ambrol. Kontur tanahnya keliatan masih labil setelah di hajar hujan besar dan derasnya air sungai Ciwaringin,” ujar Ari, Senin (10/2).

Menurutnya, aliran sungai Ciwaringin sangat luas. Bahkan, rumah warga pun bisa terseret. Mengingat, air sungai sudah menyentuh rumah yang berada di dekat ditanggul sungai. “Kalau di hantam air sungai akibat intensitas hujan yang tinggi khawatir jembatan itu ikut terseret. Apalagi, jembatan dan jalan penghubung terlihat rapuh,” tuturnya.

Sementara itu, Pelaksana Jembatan Rembes, Sarpin membantah, jika jembatan rembes disebut-sebut amblas. Sebab, jembatannya masih tegak berdiri. Hanya saja, penyambung jalan dan jembatan nyaris putus lantaran diterjang hujan dan air sungai yang deras.

“Masih bisa dilalui. Tapi untuk pejalan kaki. Meski demikian, jembatan yang baru satu bulan jadi dibangun itu masih masa pemeliharaan kami. Dan, akan segera di perbaiki,” katanya.

Sebagai informasi, jembatan yang dikenal dengan sebutan jembatan Baitul Hikmah itu, memiliki panjang 65 meter dengan lebar 4,5 meter. Menghabiskan anggaran sebesar Rp4,4 miliar, dari anggaran APBD tahun 2019 dengan masa pengerjaan 4 bulan. Jembatan tersebut menjadi akses warga sekitar, ke Pasar Tegalgubuk. (zen)