Krisis Air Bersih Ancam Desa Slangit

5
Sudah Empat Bulan Warga Kesulitan MCK

KLANGENAN – Musim kemarau yang tidak kunjung berakhir membuat warga disebagian desa di Kabupaten Cirebon mengalami krisis air bersih. Seperti yang dialami warga Desa Slangit, Kecamatan Klangenan. Akibat musim kemarau yang panjang, membuat warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan mandi cuci kaktus (MCK).

krisis air bersih cirebon
Krisis air bersih di Klangenan. Foto : Casmudi/Rakyat Cirebon

Salah seorang warga Desa Slangit mengaku sudah lebih dari empat bulan ini sangat kesulitan mendapatkan air bersih, hanya untuk sekedar keperluan MCK. “Sungai dan sumur-sumur warga kering. Akibatnya, kami sulit mencari air bersih,”terang Aslima kepada Rakyat Cirebon, Minggu (27/9).

Menurut Aslima, beberapa waktu yang lalu di desanya pernah mendapatkan bantuan air bersih dari beberapa instansi. Namun, bantuan tersebut tidak cukup membantu pemenuhan kebutuhan air bersih warga.“Saya tidak mempunyai sumber air selain dari sumur dan sungai. Bahkan, untuk membuat sumur bor pun (sumur pantek-red.) tanah wilayah desa Slangit tidak mengeluarkan air,”ungkapnya.

Meskipun demikian, Aslima merasa bersyukur. Karena, ada sumur pantek milik warga lainnya yang masih bisa mengeluarkan air. “Sumur itu dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan air warga. Itupun lokasinya berada di desa tetangga,”imbuhnya.

Sementara menurut Anggota Karang Taruna desa Slangit bahwa, Tumedi, saat ini keberadaan sumur pantek milik warga yang berlokasi di tetangga desa sangat membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga Slangit. Meskipun jarak sumur dari desa sedikit agak jauh. Namun, dirinya tetap bersyukur kerana masih ada sumber air.

“Kami santa bersyukur. Karena dengan adanya sumur pantek ini dapat membantu memenuhi kebutuhan air bagi warga untuk MCK,”terangnya.
Dijelaskan Tumedi, lokasi sumur pantek tersebut memang masuk dalam wilayah desa Jemaras Lor. Namun pemerintah desa Slangit sudah mendapatkan dari desa Jemaras Lor untuk memanfaatkan sumur pantek tersebut.

Masih menurut Tumedi, dahulunya sumur pantek tersebut merupakan sumber air untuk mengairi sawah. Kini setelah sawah dipanen dimanfaatkan warga untuk kebutuhan MCK. “Meskipun berada di wilayah desa Jemaras Lor tapi kami sudah mendapat izin untuk memanfaatkan sumur pantek ini,”paparnya.

Lanjut Tumedi, air dari sumur pantek ini selanjutnya dialirikan dan ditampung dalam penampungan seadanya yang terbuat dari bahan terpal dengan ukuran 3 x 4 meterpersegi. “Warga yang mengambil air, tidak bayar, semuanya gratis. Karena, untuk beli bensin mesin pompa dan pembuatan penampungan sudah ditanggung pemerintah desa, warga tinggal mengambil saja,”katanya.

Ia menambahkan, dengan kondisi kekeringan yang berlangsung setiap tahun ini, dirinya beserta warga lainnya berharap agar pemerintah daerah bisa mengalirkan air PDAM ke desanya. “Minimal untuk pengadaan sumur pantek dibeberapa titik desa ada penampungan air. Agar bila musim kemarau tiba warga tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih,”pungkasnya.(caz/mgg)

BAGIKAN