Kualitas Udara Sudah Berbahaya

Didi Ajak Warga  untuk Bersatu  Tolak Batubara

LEMAHWUNGKUK – Dorongan agar bongkar muat batubara dihentikan kian tak terbendung. Hal ini dikarenakan dampak debu yang mengkhawatirkan pada kesehatan. Musyawarah warga Kelurahan Panjunan melibatkan dari pihak kepolisian, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), dokter, perwakilan DPRD Kota Cirebon dan masyarakat sekitar.
Aktifis Walhi Wahyu mengatakan, Keberadaan aktifitas bongkar muat batu bara itu mengancam kesehatan bagi warga sekitar. Bahkan kualitas udara yang diambang batas wajar itu di negara eropa sendiri, penggunaannya sudah mulai dihapuskan.

warga pesisir cirebon
Diskusi batubara. Foto : Dicki Priansya/Rakyat Cirebon

“Di Tegal, berhasil menolak adanya aktifitas bongkar muat batu bara, karena warga bersepakat untuk menutupnya. Untuk itu, jika warga Kota Cirebon memilih hidup sehat dengan menghirup udara segar, maka tidak ada kata lain untuk menutup aktifitas batu bara,” paparnya saat mempresentasikan dampak buruk pencemaran lingkungan di sela-sela musyawarah di salah satu hotel di Kota Cirebon, Minggu (4/10).

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Cirebon, Didi Sunardi menegaskan tidak ada kata toleransi lagi terkait keberadaan stockfield batu bara di Kota Cirebon. “Masyarakat Kota Cirebon harus bersatu untuk menyuarakan menolak keberadaan batu bara yang ada di Pelabuhan karena dampaknya bisa mengancam kesehatan sampai ke generasi penerus,” paparnya kepada Rakyat Cirebon.

Dia mengatakan, rencana penolakan tersebut, DPRD akan membawanya ke Kantor Badan Lingkungan Hidup (LH) di Bandung pada Selasa (8/10), kemudian keesokan harinya berkas rekomendasi penolakan warga akan disampaikan ke Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta.

“Aktifitas batubara wajib ditutup. Warga harus mendukung penuh langkah anggota DPRD ini, jika masalah pencemaran lingkungan udara ini mau dihentikan. Kami akan merekomendasikan kepada wali kota agar Pelabuhan Cirebon bersih dari aktifitas bongkar muat batu bara,” pungkasnya. (dic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!