Kunker Tuai Kritikan, Begini Tanggapan Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon

Kunker Tuai Kritikan, Begini Tanggapan Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon

RAKYATCIREBON.ID-Ada kritikan atas kunjungan kerja (kunker) anggota dewan yang dilakukan di masa pandemi ini. Kunjungan kerja itu dinilai kurang produktif dan terkesan kurang elok karena masih dalam suasana sulit seperti sekarang.

Apalagi saat ini DPRD memiliki agenda yang dinilai lebih penting. Salah satunya adalah memenuhi hajatnya masyarakat Kabupaten Cirebon, yakni pengisian kekosongan kursi wakil bupati. Namun yang terjadi, anggota legislatif lebih memprioritaskan kunjungan kerja. Agenda tersebut cukup mencolok. Hampir ada setiap pekannya.

Kritikan itu direspons Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon Syahril Romadhoni SE. Ia mengatakan kunker itu ada manfaatnya. “Kita melakukan kunjungan kerja sebagai upaya bagaimana membesarkan Kabupaten Cirebon. Berkunjung ke daerah lain untuk mendapatkan apa nih kelebihan di daerah lain,” kata Doni– sapaan akrabnya kepada Rakyat Cirebon, Jumat (2/10).

Hasil dari kunjungan itu, katanya, akan dikomparasikan. Untuk direalisasikan di daerah. Tentunya, aspek-aspek penting yang perlu dicatat, dilihat dari segi ekonominya, pembangunannya dan infrastrukturnya. “Nanti ketahuan kenapa di daerah lain bisa, di kita tidak bisa. Bagaimana daerah tujuan meningkatkan PAD. Hasilnya, nanti di kita dicoba untuk dilaksanakan. Intinya seperti itu. Tentunya, daerah-daerah yang dikunjungi pun memiliki klasifikasi yang jauh di atas kita (Kabupaten Cirebon, red) atau daerah yang memiliki keunggulan lebih. Apa sih yang ditonjolkan. Objek wisatanya kah sehingga PAD-nya jauh lebih besar,” tuturnya.

Disinggung, soal proses pengisian wakil bupati (wabup), kata Doni, tahapannya sudah ditempuh. Pembentukan panlih telah ditunaikan. “Untuk panlih kan sudah dibentuk. Sedang berjalan. Pembahasannya saya kira sudah dimulai. Sampai mananya, kurang tahu,” terang dia.

Sebelumnya, mantan anggota legislatif dari PDIP H Arjaya Mangku Negoro menyayangkan kegiatan anggota legislatif di masa pandemi. Kaitannya dengan banyaknya agenda kunjungan kerja keluar daerah. Harusnya, kata dia, masa pandemi ini lebih mementingkan kepentingan rakyat, bukan sibuk kunker.

“Maka jangan heran ketika muncul spekulasi negatif kepada lembaga legislatif. Mereka lebih mementingkan dirinya sendiri. Memperjuangkan dirinya sendiri, bukan masyarakat. Itu spekulasi negatif dari masyarakat pada legislatif,” katanya.

Apapun alasannya, sambungnya, memilih melakukan kunker merupakan pilihan tak elok. Mengingat ada pandemi dan ada hajat besar yang ditunggu masyarakat. Yakni pengisian wakil bupati. “Meski misalnya itu sudah terjadwal, kenapa tidak ditunda dulu. Lagian saat ini masih masa pandemi. Pembatasan masih berlaku hampir di semua daerah. Ini kenapa malah sibuk kunker. Sangat tidak elok,” pungkasnya. (zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!