Kuwu Anggap BBWSCC Kibuli Rakyat

7
Saat Sosialisasi akan Bikin Tiang Pancang, Pelaksaan Buat Bronjong


LOSARI – Pengerjaan proyek balai besar wilayah sungai cimanuk-cisanggarung (BBWSCC) digugat masyarakat. Hal ini yang dilakukan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Tawangsari Kecamatan Losari.

Kuwu Anggap BBWSCC Kibuli Rakyat
Proyek rehabilitasi tebing Cisanggarung. Foto : Kim Abdurahim/Rakyat Cirebon

Mereka kecewa dengan proyek rehabilitasi pelindung tebing Sungai Cisanggarung yang berada di Desa Tawangsari Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon, dikarenakan proyek tersebut terkesan membuang-buang anggaran saja.

Kuwu Desa Tawangsari, Nuridin mengatakan, dalam sosialisasi, BBWSCC bersama rekanan mengaku jika proyek tersebut dipasang tiang pancang di areal yang dikerjakan.Namun saat pelaksanaan, yang dikerjakan membuat hamparan batu dan kubus beton di tebing Sungai Cisanggarung atau bronjong.

“Semestinya, kontraktor melaksanakan sosialisasi yang diselenggarakan. Kalau pengerjaan tidak sesuai dengan sosialisasi, seharusnya sosialisasi agar masyarakat mengetahui adanya perubahan dalam pengerjaan,” ungkap Nurdin kepada Rakyat Cirebon di sela meninjau lokasi proyek bersama masyarakat, beberapa waktu lalu.

Nuridin menjelaskan, sebelum pengerjaan, pihak kontraktor melakukan sosialisasi di balaidesa mengenai proyek yang akan dikerjakan dan masyarakat setuju.Hal itu dikarenakan berguna untuk meminimalisir banjir. Akan tetapi yang dikerjakan terkesan menyimpang dari sosialisasi.

“Panjang rehabilitasi tebing Sungai Cisanggarung yang dikerjakan sekitar 150 meter dan pengerjaannya sudah berlangsung dua pekan. Sebelum terlanjur dikerjakan seluruhnya, kami mohon adanya sosialisasi kembali pada masyarakat, agar tidak salah persepsi,” jelasnya.

Ketika ditanya apakah dirinya pernah menanyakan pada pihak kontraktor mengenai perubahan proyek tersebut, Nuridin menjawab sudah. “Alasannya, kontruksi tanah yang disini berlumpur, sehingga tak bisa dipasang tiang pancang. Jika demikian adanya, kenapa tidak dilakukan survey terlebih dahulu, kemudian dikerjakan,” tegas Nuridin.

Diungkapkan, proyek di lokasi yang sama yakni Dusun I sudah berlangsung 2013, 2014 dan ditahun ini sama saja lokasinya. Akan tetapi belum maksimal meminimalisir banjir dan kembali amblas di bekas proyek yang dikerjakan.

Bisa jadi setelah proyek ini selesai, tanah kembali amblas dan banjir menggenangi rumah warga. “Saya rasa proyek ini sia-sia saja dan membuang anggaran yang ada. Karena, beberapa kali direhabilitasi tebing sungai ini, tetap saja terjadi banjir,” pungkasnya. (kim)

BAGIKAN