Lapak untuk Berbagi Makanan Bisa Diwariskan kepada Keluarganya

Perjalanan Umrah Ramadan Rakyat Cirebon - Salam Tour (7)

413
Jamaah di Masjidil Haram
MENUNGGU. Jamaah di Masjidil Haram menunggu waktu berbuka puasa di titik para dermawan membagikam makanan.

Bulan Ramadan sering digunakan oleh sebagian orang untuk mendermakan hartanya. Termasuk juga di dua Kota Suci yaitu Mekkah dan Madinah dimana para dermawan berlomba untuk memberikan hidangan buka puasa kepada jemaah yang berada di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi.

Pemandangan yang terlihat selama waktu menjelang buka puasa adalah adanya sejumlah orang yang dengan cepat menyiapkan hidangan berupa kurma, camilan dan air zamzam. Mereka seolah tanpa lelah terus berkeliling untuk menjamu para jamaah yang hendak berbuka puasa.

Akan tetapi, mereka bukanlah orang sembarangan yang hanya iseng untuk menyuguhkan makanan tersebut. Para pekerja tersebut menyiapkan makanan yang diberikam para dermawan yang sudah memiliki “lapak” baik itu di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi.

Ya, lapak yang dimaksud ialah suatu titik yang sudah dipesan oleh para dermawan sebagai lokasi pemberian makanan untuk berbuka puasa. Bukan hanya satu, lebih dari seratus dermawan berlomba untuk mendaftarkan diri guna mendapatkan lapak yang dimaksud.

Beda di Madinah, beda pula di Mekkah. Jika di Masjid Nabawi Madinah, dermawan diberikan ruang di dalam area masjid, di Masjidil Haram Mekkah para dermawan sampai membagikan makanan diluar area masjid karena tidak kebagian jatah lapak.

Pembimbing Salam Tour, Ust Basuni kepada wartawan Rakyat Cirebon menceritakan, kondisi seperti ini sudah berjalan lama dan setiap tahun selalu sama. Dirinya mengatakan, momentum Bulan Suci Ramadan dimanfaatkan oleh para dermawan untuk berbuat baik dan beramal dengan menyediakan santapan berbuka puasa.