Lapak untuk Berbagi Makanan Bisa Diwariskan kepada Keluarganya

Perjalanan Umrah Ramadan Rakyat Cirebon - Salam Tour (7)

398

“Para dermawan ini berasal dari seluruh penjuru dunia dan bukan dari dataran Arab saja. Ada yang dari Asia seperti Malaysia, Thailand dan ada pula yang dari negara lainnya. Baik di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi, dermawan berasal dari beberapa negara,” ujarnya.

Lebih jauh, Ust Basuni menyebutkan di Masjid Nabawi, dermawan bisa sampai mewariskan lokasi pembagian makanan kepada keluarganya dalam beberapa jangka waktu. Maksudnya, jika si A sudah mendapatkan lokasi di titik 1, maka tempat itu tidak bisa diambil oleh dermawan lainnya.

“Dengan kata lain, titik itu sudah diwariskan kepada keluarga dermawan untuk dilanjutkan. Ada satu titik dimana dermawan sudah memberikan makanan selama 20 tahun. Tidak pindah dan tidak ada yang memindahkannya,” tambahnya.

Lain halnya di Masjidil Haram, Ust Basuni mengatakan dermawan yang sudah memesan lapak memang bisa berada di area masjid. Akan tetapi, dirinya menyebutkan titik pembagian bisa berpindah sesuai dengan urutan daftar.

“Misalkan hari ini di titik A, besok bisa di titik Z. Tetapi, dermawannya memang hanya satu dan lokasinya saja yang berubah. Itu bedanya antara di Mekkah dan Madinah,” tambahnya.

Di samping itu, Ust Basuni juga mengungkapkan masih banyak dermawan yang belum kebagian lapak di dalam area masjid. Oleh sebab itu, dia mengaku tidak heran apabila di luar area Masjidil Haram ada sekumpulan orang yang berebut untuk mendapatkan makanan.

“Para dermawan tetap membagikan makanan tetapi lokasinya di luar masjid. Jamaah yang tidak kebagian tempat di dalam masjid untuk berbuka tetap bisa mendapatkan makanan gratis dari dermawan tersebut,” terangnya.(yog)