Lemper, Inovasi Rindu Penuhi Kebutuhan Listrik Murah

504

Menanggapi hal itu, Emil menjawab bahwa Kota Bandung memiliki BPBD, hanya beda judul, beda nama. “Di Bandung namanya  dinas kebencanaan untuk BPBD di daerah lain. Dinas ini bekerja  cepat tanggap untuk menangani masalah kebencanaan,” ucap Emil.

Terkait pertanyaan energi berkelanjutan yang ditujukan kepada paslon nomor dua Hasanah, Tb Hasanudin menyatakan bahwa Jabar memiliki  potensi energi yang luar biasa, tapi masih banyak daerah yang belum teraliri  listrik di Jabar. Untuk itu, pemerintah harus memberi jaminan pasokan energi untuk listrik, melqlui energi air, surya, dan angin melalui kincir. Juga harus ada reklamasi lahan.

Menanggapi paslon Hasanah, Ridwan Kamil menyatakan, Rindu peduli 100 persen listrik sampai ke rumah warga. Rindu punya program lemper, lembur penuh listrik. Dengan biaya Rp2000 menggunakan, teknologi aki.

“Satu rumah dengan lampu menyala di 5 kamar per rumah hanya bayar Rp2000 per bulan. Kalau energi terbarukan, menarik, tapi mahal dan masih jauh,” ujarnya.

Sementara itu, mengomentari Deddy Mizwar, Emil menegaskan pemerintah harus tegakan aturan, membuat program inovasi dan menangani lahan kritis.

“Pertanian tetes atau infus, berhasil di China dan Timur Tengah, kenapa tidak diterapkan di Jabar. Pastikan edukasi lingkungan, misalnya petani, di kampung naga, yang tetap menjaga lingkungan dipadukan dengan teknologi inovasi itulah program Rindu yang memberikan solutif kepada pembangunan berwawasan lingkungan,” kata Emil. (vic)