Leo Ancam Akan Gelar Demo Susulan

21
Dengan Jumlah Lebih Besar, Anggap Pilwu Cacat Hukum


SUSUKAN – Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh pendukung bakal calon (balon) kuwu, Leo Adrian Dwilaksono, pihaknya mengancam akan melakukan aksi kembali dengan jumlah masa yang lebih besar.

demo pilwu cirebon
Leo Adrian Dwilaksono. Foto : Casmudi/Rakyat Cirebon

Seperti pada pemberitaan sebelumnya, ratusan masa pendunkung dari Leo, mengepung balaidesa Bojong Kulon, Kecamatan Susukan, untuk meminta kejelasan terhadap mekanisme proses pemilihan kuwu. Karena diduga ada salah satu balon kuwu yang ditetapkan menjadi calon akan tetapi sampai dengan hari ini belum mengumpulkan persayaratan sebagaimana yang dijelaskan dalam perbup 96/2015 pasal 19 poin 1.

Dalam perbup tersebut menyebutkan bahwa kuwu yang mecalonkan diri sebagai calon kuwu, diberi cuti sejak ditetapkan sebagai calon sampai dengan ditetapkan calon terpilih. Dengan hal tersebut, maka, Leo, mempertanyakan surat cuti calon kuwu petahana yang sampai saat ini belum diterima oleh panitia.

Salah satu balon yang tidak lolos tes akademik, Leo, mengatakan dengan demikian proses pilwu di Desa Bojong Kulon cacat hukum, pasalnya  calon incumben, dengan tidak menyerahkan persyaratan yang tertera dalam pasal 19 poin 1 perbub 96/2015 sampai dengan saat ini, dirinya meilai calon tersebut tidak menjalankan proses pilwu sesuai dengan aturan yang berlaku, olehkarenanya harus digugurkan sebagai calon.

“Jelas pemilihan kuwu di Desa Bojong Kulon sudah cacat hukum, karena calon incumben belum menyerahkan surat cuti sampai dengan saat ini,” katanya kepada Rakyat Cirebon. Dikatakan Leo, bilamana tuntutan dirinya tidak ditanggapi maka pihaknya akan kembali menggelar aksi masa yang lebih besar. Karena sudah cacat hukum, dirinya menginginkan calon kuwu incumbent yang belum menyerahkan surat cuti untuk tidak diikut sertakan karena telah melanggar aturan perbup.

Diungkapkan Leo, pelaksanaan pilwu di desa Bojong Kulon dinilai tidak jelas, pasalnya panitia juga membiarkan adaya calon kuwu yang melanggar peraturan. Olehkarena itu Leo, juga mempertanyakan netralitas panitia dalam pelaksanaan pilwu di Desa Bojong Kulon tersebut.“Saya tidak mengerti, seolah-olah ada pembiaran dari panitia, yang sudah jelas dalam perbub calon incumben harus cuti,” ungkapnya. (caz/mgg)

BAGIKAN