Lima Bulan Corona, Luhut PDKT

Lima Bulan Corona, Luhut PDKT

RAKYATCIREBON.ID-Karena corona, hampir 5 bulan rakyat disuruh tinggal di rumah saja. Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menilai, rakyat pasti bosan di rumah. Menurut Luhut, saat ini masyarakat ingin beraktivitas seperti biasa. Salah satunya, pergi berlibur ke tempat wisata.

Keinginan itu disikapi Luhut dengan rencana membuka sejumlah tempat wisata. Dengan begitu, perekonomian kembali bergerak, rakyat pun senang. Rencana pembukaan tempat wisata itu disampaikan Luhut dalam acara Sore Bersama LBP yang disiarkan secara online, Sabtu (25/6) sore.

“Orang sudah bosan di rumah. Ingin ke Bali, Yogyakarta, Banyuwangi atau ke mana lagi,” kata Luhut.

Salah satu bukti bahwa orang sudah jenuh di rumah, kata Luhut, dilihat dari kian bertambahnya pergerakan pesawat. Merujuk data Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, pergerakan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, sudah mencapai sekitar 45 persen. Padahal dua bulan lalu masih di angka 20 persen. “Kami berharap kalau semua keadaan terkendali akan mencapai 50 persen dalam beberapa hari ke depan,” katanya.

Di satu sisi, Luhut melihat pembatasan sosial telah berdampak pada mandeknya perekonomian di sektor pariwisata.

Untuk menggiatkan sektor pariwisata, Luhut dan sejumlah menteri akan meresmikan pembukaan kembali pariwisata secara bertahap di berbagai daerah. Dimulai dari Banyuwangi pada Rabu, 29 Juli 2020, lalu ke Bali pada Ka mis 30 Juli 2020. “Dan terus bertahap di beberapa tempat,” katanya.

Menurut Luhut, pemulihan pariwisata karena wabah dan instabilitas politik membutuhkan waktu rata-rata 10 bulan. Kendati pandemi belum berakhir, pemerintah akan mulai membuka kembali sektor pariwisata dengan perlahan. Tentu saja dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti menjaga jarak, menge nakan masker dan rajin cuci tangan.

Jika sektor pariwisata bergerak diharapkan akan ada penyerapan kembali tenaga kerja. Salah satu cara meningkatkan pergerakan ekonomi, Luhut mengeluarkan kebijakan perjalanan dinas di tujuh ke menterian di bawah kordinasi Kemenko Kemaritiman dan investasi.

Perjalanan dinas diklaim dilakukan untuk mendorong serapan anggaran, menggerakkan ekonomi, serta mendukung industri penerbangan. “Ada yang mengkritik terkait perjalanan dinas sekarang. Namun bila tidak dilakukan itu, pariwisata tidak akan jalan,” ujarnya.

Warganet ramai mengomentari rencana Luhut tersebut. Ada yang mengapresiasi, ada juga yang was-was. Khawatir pembukaan tempat wisata jus tru menjadi tempat penularan baru. Namun mayoritas warganet sepakat sudah bosan tinggal di rumah terus.

Hampir setiap hari berbagai keluhan soal itu hilir mudik di lini masa Twitter. Seperti yang disampaikan akun @bambangwidodo. Dia melihat di lapangan makin banyak anak-anak main sepeda, lari dan main kayanya. “Mungkin sudah sangat bosan di rumah terus. Saya juga,” ujarnya. Senada disampaikan @abiasep9.

Menurut dia, silakanberaktifitas.“Tapitetapjalankan protokol kesehatan,” ujarnya. Akun @inilahalex menilai, pembukaan tempat wisata artinya mengembalikan mata pencaharian orang-orang di sektor tersebut yang lebih dari 5 bulan mati karena pandemi. “Selama ini gak ada solusi,” ujarnya.

Akun @dwiyanadkm terus terang memuji Luhut. Menurut dia, Luhut begitu perhatian dalam memajukan tempat wisata. “Pejabat Aceh sampai memberikan apresiasi,” ujarnya.

Sebagian lagi justru menyayangkan kebijakan ini. Mereka khawatir jumlah kasus positif corona bertambah banyak. “Kalau kasus positif makin banyak, nanti tempat wisata yang dijadikan kambing hitam sebagai pusat pandemi,” ujar @andreanjustito.

Akun @ucing2020 memberikan contoh serupa. Kata dia, semenjak pariwisata di Yogyakarta semakin di tingkatkan kembali, Yogya menda patkan kenaikan signifikan kasus positif Covid 19. “Kalau udah begini pemerintah pusat gak akan peduli,” ucapnya.

“Pengennya sekolahan dulu yang dibuka normal. Bukan tempat liburan,” timpal@romusya.Akun@fitritash mengaku tak tergiur walau sudah bosan tinggal di rumah. “Kalau aku sih tetep gak akan. Gak mau ambil risiko,” pungkasnya. (rmco)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!