LPS dan OJK Antisipasi Krisis Ekonomi

50
Kumpulkan Para Bankir di Swiss-Belhotel

CIREBON – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Cirebon menggelar sosialisasi penjaminan simpanan di Swiss-Belhotel Cirebon, kemarin. Sosialisasi ini dihadiri oleh berbagai kalangan mulai dari pengurus dan pegawai yang terdiri dari 47 BPR dan 37 Kantor cabang Bank umum.

otoritas jasa keuangan cirebon
Sosialisasi OJK. Foto : Ani Miniyati/Rakyat Cirebon

Kepala Kantor OJK Cirebon, Muhamad Lutfi mengatakan, sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman lebih kepada pelaku Bank Umum dan BPR di wilayah Cirebon. “Dalam hal ini fokus utama digelarnya sosialisasi mengenai program penjaminan dan kewajiban bank peserta program penjaminan yang ada di wilayah kinerja OJK Cirebon,” ungkapnya kepada Rakyat Cirebon.

Direktur Eksekutif Penjaminan dan Manajemen Risiko LPS, Salusra Satria menjelaskan mengenai peran LPS dalam Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK) dan Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK).Salusra mengungkapkan, sebagai anggota FKSSK, LPS turut aktif dalam memelihara stabilitas perbankan.

“Dalam hal ini LPS harus bisa meningkatkan efektivitas penjaminan simpanan, memperluas pilihan resolusi bank, koordinasi secara intens melalui FKSSK,” ujarnya.  Menurutnya, LPS juga telah memiliki pengalaman menghadapi krisis di tahun 2008 dalam bidang JPSK. Pihaknya berhasil melakukan penjualan saham Bank Mutiara dengan tingkat recovery sebesar 55 persen dan nilai PBV sebesar 3,5 kali. Dengan ini maka LPS berperan aktif dalam menyelesaikan UU JPSK untuk antisipasi terjadinya krisis.

“LPS menjamin simpanan maksimal sebesar Rp2 miliar per nasabah per bank dengan syarat memenuhi kriteria tercatat dalam pembukuan bank. Tingkat bunga tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS dan nasabah penyimpan tidak melakukan tindakan yang merugikan bank,”imbuhnya. (ani)

BAGIKAN