Lumbung Padi Terancam

ANGGOTA DPRD Kabupaten Cirebon Hj Amenah menilai, musim kemarau yang panjang membuat warga cemas. Pasalnya, daerahnya yang merupakan lumbung padi di Kabupaten Cirebon mulai terancam karena tidak adanya pasokaan air untuk persawahan.

amenah anggota dewan cirebon
Hj Amenah. doc. Rakyat Cirebon

Amenah mengakui, dirinya juga memiliki sawah yang pada musim kemarau kali ini terpaksa tidak bisa ditanami.  Bukan hanya itu saja, kata Amenah, para petani mulai dihantui rasa cemas untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari akibat tidak adanya musim tanam.

“Memang tahun ini sangat terasa dampaknya. Padahal, daerah saya termasuk sebagai lumbung padi kabupaten yang tentunya akan mengancam ketersediaan pangan apabila tidak bisa ditanami,” ujarnya kepada Rakyat Cirebon, Selasa (6/10).

Perempuan berjilbab yang merupakan politisi PDIP ini mengungkapkan, terdapat beberapa warga yang mulai terserang depresi karena gagal panen. Selain itu, katanya, petani terpaksa memutar otak untuk mengembalikan modal saat musim tanam kemarin yang belum tertutup.

“Ada yang meninggal juga karena depresi dengan kondisi ini. Saya belum mengetahui kapan turun hujan karena dampaknya bukan hanya pertanian melainkan warga juga kesulitan mendapatkan air bersih,” tambahnya.

Amenah berharap adanya tindakan dari pemerintah daerah unutk membantu petani yang mengalami kekeringan. “Ada program pembuatan 50 sumur bor untuk pertanian. Tapi, saya belum mengetahui dimana saja dan kapan program itu akan dilaksanakan,” ujarnya. (yog)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!