Lurah Perbutulan: Warga Jangan Lagi BAB Sembarangan

151
SOSIALISASI HIDUP SEHAT. Sosialisasi kesehatan yang dilakukan oleh Kelurahan Perbutulan dengan bekerjasama lintas sektor antara puskesmas, kelurahan dan perguruan tinggi. Foto : Zezen Zaenudin Ali/Rakyat Cirebon

SUMBER – Kelurahan Perbutulan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon di tahun 2018 memiliki target ingin menjadikan kelurahan yang terbebas dari Open Defencation Free (ODF).

Makanya, salah satu upaya yang telah dilakukan yakni dengan cara melakukan kerjasama lintas sektor, antara pihak pemerintah kelurahan, puskesmas, masyarakat dan perguruan tinggi.

Hal itu tidak lepas dari banyaknya temuan di Kabupaten Cirebon yang masih banyak masyarakatnya belum terbebas dari kebiasaan buang air sembarangan. Sehingga untuk mengikisnya, dimulai sejak dari tingkat pemerintahan bawah, yakni di kelurahan.

Disampaikan Lurah Perbutulan, Subhkan SSos, jauh-jauh hari,  Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon sudah menegaskan, di Kabupaten Cirebon masih banyak masyarakatnya yang belum terbebas dari perilaku sehat ketika buang air, yakni banyak yang masih membiasakan buang air besar sembarangan.

Makanya, sebagai pemimpin di kelurahan, Subhkan mengaku ingin mengubahnya, dengan cara melakukan terobosan untuk memberikan sumbangsih bagi Kabupaten Cirebon dengan melakukan kerjasama lintas sektor.

“Pertemuan ini sebagai upaya kita untuk peningkatan tarap kehidupan kesehatan masyarakat mengenai ODF yaitu agar masyarakat berprilaku sehat jangan BAB sembarangan. Saat BAB ya harus di WC,jangan dipelastikin lalu dibuang sembarangan,” kata dia kepada Rakyat Cirebon, Jumat (27/4).

Artinya, kata Subhkan, bagi masyarakat di kelurahannya, yang telah memiliki rumah tinggal, kedepan diharuskan dilengkapi dengan kamar mandi sekaligus dengan WC. Atau ketika tidak ada pun, akan diberikan arahan untuk tidak sembarangan saat BAB.

Adapun sosialisasinya, dilakukan serentak, mulai dari praktisi kesehatan, yakni Puskesmas Sumber, dan perguruan tinggi. “Ini komitmen awal kita, untuk terbebas dari perilaku tersebut. Makanya, rapat dihadiri Kepala Puskesmas Sumber para ketua RW/RT serta dari perguruan tinggi. Alhamdulillah respon masyarakat juga bagus, mereka ingin ada perubahan,” kata Subhkan.

Menurut Subhkan,  semangat pemberantasan ODF mesti dilakukan bukan hanya oleh praktisi kesehatan saja. Tetapi harus beriringan lintas sektor. Karena, bagaimanapun, kesehatan masyarakat menjadi tanggungjawab bersama. “Sebagai bagian dari pemerintahan, kami inginkan warga mengerti dan muncul kesadarannya untuk membiasakan diri hidup sehat. Karena ketika sehat, badan pun kuat,” tegasnya. (zen)

 

BAGIKAN