Mahasiswa Gelar Aksi Perlawanan

Mahasiswa Gelar Aksi Perlawanan

Padahal UU sudah membebaskan masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. “Kebebasan menyampaikan pendapat itu sudah dilindungi Undang-undang, kalau kami saat menyampaikan pendapat dibubarkan itu sama dengan sudah meniadakan Undang-undang,” ungkap Nadzif dalam orasinya pada aksi kemarin.

Oleh karena itu, atas dasar tindakan represif yang dilakukan kepolisian masa pada aksi membawa beberapa tuntutan, diantaranya mereka mengutuk dengan tegas segala bentuk represifitas dan anarkisme aparat kepolisian terhadap gerakan mahasiswa.

Pada aksi kemarin, mereka juga menolak dengan tegas upaya pelemahan dan pembungkaman gerakan mahasiswa yang dilakukan oleh aparat. “Kami mengutuk tindakan represif yang dilakukan aparat, karena itu mencederai hak-hak masyarakat,” teriaknya lantang.

Selain itu, mereka juga mengancam jika kedepan masih ada upaya pembubaran terhadap pelaksanaan menyuarakan pendapat di muka umum, terlebih lagi yang dilakukan oleh gerakan mahasiswa maka Aliansi Pergerakan Mahasiswa Cirebon akan paling depan melakukan perlawanan.

“Jika usul ditolak tanpa ditimbang, lalu suara dibungkam, kritik dilarang tanpa alasan, dituduh subversive dan menganggu keamanan, maka hanya ada satu kata yang pantas kita gaungkan, Lawann!!,” tegas Nadzif. (sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!