Majalengka Krisis Air Bersih

6
Terpaksa Gunakan Air Galon untuk Keperluan Mandi, Cuci dan Kakus

 MAJALENGKA – Air galon yang biasanya hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan minum saja, kini banyak digunakan untuk kebutuhan mandi juga.
Hal ini menyusul kekeringan terus berlanjut karena kemarau panjang yang mengakibatkan mengeringnya sumur-sumur di sejumlah rumah warga di wilayah Jatiwangi.

krisis air bersih majalengka
Krisis air bersih. Foto : Herik Diana/Rakyat Majalengka

Menurut salah seorang warga, Jumaroh, di Jatiwangi kini mulai mengalami kesulitan air bersih. Akibat krisis air bersih itu, sejumlah ibu rumah tangga rela membeli air galon untuk kebutuhan mandi dan memasak. Karena sumurnya saat ini sudah mulai mengering.

“Meskipun ada airnya itu sudah dalam kondisi keruh dan banyak pasir, pompa mesin air juga sudah sampai dasar sumur. Karena sudah tak ada air,” ujarnya kepada Rakyat Majalengka (Rakyat Cirebon Group). Jumaroh mengaku terpaksa membeli air galon untuk konsumsi memasak dan mandi, karena kondisi air sumur di wilayahnya sebagian sudah mengering dan tak ada air.

“Sudah hampir dua pekan kondisi air sumur. Sumur saya airnya keruh, dan dasar sumur mulai kering, kondisi air saat ini semakin sedikit. Oleh karena itu, saya terpaksa membeli air galon. Kalau saya harus ngangkut air juga biayanya mahal, paling untuk mencuci dan mandi,” jelasnya, Selasa (29/9).

Dikatakanya, kondisi kekurangan air bersih di wilayahnya merupakan wilayah perkotaan, yang sangat terbatas dengan sumber-sumber air, dan yang paling dekat adalah air galon isi ulang.

“Saya rela beli galon yang baru untuk bisa mengantri dan mendapatkan air galon isi ulang. Kalau hanya mengandalkan satu galon masih kurang,” ungkapnya.
Warga lainnya, Icih mengaku, saat ini permintaan air isi ulang di wilayahnya selalu ramai. Setiap harinya terus meningkkat. Beberapa diantaranya malah menaikan tarif untuk tambahan biaya pengiriman.

“Saat ini harga galon biasa yang tidak bermerek bervariatif antara Rp 4000-6000 per satu kali pengisian itupun sudah termasuk ongkos kirim,” paparnya.
Menurut Icih, jika dirinya membeli air galon murni bisa menambah biaya operasional dan mengurangi resiko dapur. Oleh karenanya air isi ulang galon menjadi alternatief. Akan tetapi jika dalam satu bulan ke depan belum juga turun hujan, biaya dapurnya otomatis berkurang.

“Saya berharap agar hujan segera turun, beli air isi ulang saja setiap hari mengurangi secara drastis kebutuhan operasional dapur,” paparnya. (hrd)

BAGIKAN