Marak Dugaan Pungli, Kejaksaan Turun Tangan

20
Kunjungi Beberapa Sekolah, Peringati Tidak Lakukan Pungutan Paksa

INDRAMAYU – Banyaknya berita terkait dugaan pungutan liar (pungli) di sekolah-sekolah, mendorong Kejaksaan Negri (Kejari) Indramayu menggelar sidak ke beberapa sekolah, Jum’at (9/10).

pungli indramayu
Ilustrasi pungutan liar. Image by hukum.rmol.co

Dalam sidak tersebut pihak sekolah diberi peringatan agar tidak sembarangan melakukan pungli karena jelas jika dilakukan akan berhadapan dengan ‎ hukum.
Kepala Kejari Indramayu, Dedy Koesmono mengatakan terkait banyaknya berita akan pungutan kepada siswa mulai dari kepemilikan kartu pintar tetap dipungut hingga kasus lainnya.

“Banyaknya berita itu buat kita juga gerah dan harus turun untuk peringatkan kepada pihak sekolah agar tak asal melakukan pungutan,” ungkapnya kepada Rakyat Cirebon. Ia menuturkan pungutan tetap tidak diperbolehkan, meski ada persetujuan orang tua siswa jika diperuntukkan bagi kepala sekolah atau guru-gurunya.

“Meski ada persetujuan orang tua siswa kalau diperuntukkan bagi operasional atau lainnya bagi pribadi kepala sekolah hingga guru-gurunya jelas melanggar hukum,” tukasnya.

Dalam sidak kali ini, pihaknya mendatangi 3 sekolah yakni SD Unggulan Indramayu, SMAN 2 Indramayu dan SDN Margadadi 4 ‎agar mereka tau dan tidak melakukan pungli secara sembarangan.

“Hari ini kita ke 3 sekolah dulu yakni SD Unggulan Indramayu, SMAN 2 Indramayu dan SDN Margadadi 4 untuk peringatkan agar tak sembarangan melakukan pungli,” ungkapnya.

Kedepan, pihaknya akan melanjutkan kepada sekolah lainnya dimana tujuan akhirnya agar orang tua siswa tidak terbebani dengan berbagai pungutan karena hadirnya sekolah sendiri menurutnya adalah sebagai ajang menuntut ilmu.
‎”Untuk biaya operasional kan sudah ada BOS, bantuan Provinsi dan juga APBD, jangan kembali ada pembebanan yang tak jelas lah biar anak sekolah fokus dalam tuntut ilmu,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Komite SDN Margadadi 4, Ihsan Mahfudz yang dihubungi Rakcer terkait adanya kunjungan Kejari Indramayu sangat merespon positif ‎hal tersebut. “Ya kami merespon positif akan kunjungan yang dilakukan Kejari ke SDN Margadadi 4,” ucapnya.

Ia menuturkan, komite sebagai bagian dari masyarakat, berkeinginan kuat untuk membuat nyaman anak didik yang dititipkan di sekolah tersebut.
“Maka secara tidak langsung kesuksesan pendidikan didalamnya ada peran pemerintah, penyelenggara pendidikan masyarakat menjadi satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan,” tandasnya.

Ia menjelaskan, dalam kunjungan tersebut kepala kejari melihat hasil kerja keras komite terkait adanya program sekolah berwawasan lingkungan dan secara kebetulan tanah yang dipakai adalah aset kajari seluas kurang lebih 20 meter persegi.

Ditambahkan, di SDN Margadadi 4 pun, kejari juga mendukung program kantin kejujuran yang sedianya menjadi binaan kajari. “Kebetulan kantin kejujuran merupakan program pusat,” pungkasnya. (laz)

BAGIKAN