Masih Minim Fasilitas, Penanganan Wabah Virus Corona Di Daerah

Masih Minim Fasilitas, Penanganan Wabah Virus Corona Di Daerah

RAKYATCIREBON.ID-Inspeksi virus Corona (Covid-19) saat ini telah menyebar hingga ke 65 negara di dunia, salah satunya Indonesia. Seperti diketahui, virus ini awalnya teridentifikasi berasal dari Pasar Seafood Huanan di Wuhan, yang meluas secara cepat hingga ke 15 kota lainnya di China dan kini menyebar ke berbagai benua di dunia.

Mengingat masifnya penyebaran virus tersebut, pemerintah telah menyiapkan sedikitnya 100 rumah sakit rujukan untuk menangani virus Corona. Tentunya jumlah tersebut belum ideal jika dibandingkan total rumah sakit di seluruh Indonesia, di mana berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI ada 2.813 unit, terdiri atas 2.269 RS Umum dan 544 RS khusus.

Berdasarkan arahan Kemenkes RI, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat-Cimahi sebagai rumah sakit tipe B telah menyiapkan ruang screening khusus untuk menjaring pasien terduga Covid-19. Jika didapati pasien dengan tanda-tanda Covid-19, RSUD Cibabat akan merujuk ke rumah sakit tipe A untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama RSUD Cibabat, Reri Marliah menyebut, ruang screening khusus terletak di depan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Cibabat. Ruangan dibuat terpisah dengan lainnya yang dijaga satu petugas dengan perlengkapan Alat Perlindungan Diri (APD) lengkap mulai dari kacamata, masker n-95, serta sarung tangan.

“Selain itu, kita juga sediakan bed pasien, alat kesehatan untuk mengukur suhu, brankar, sabun cuci tangan,” papar Reri saat dihubungi, Senin (2/3).

Diterangkan Reri, orang yang terinfeksi virus Corona biasanya mengalami demam hingga 38 derajat celcius, batuk, pilek, sakit tenggorokan, hingga sesak nafas. Jika didapati pasien yang mengalami gejala tersebut, maka Puskesmas atau klinik harus merujuk pasien bersangkutan ke RSUD Cibabat.

“Nanti pasien akan masuk ke area screening untuk dilakukan serangkaian pemeriksaan dan wawancara sesuai yang tertera dalam formulir yang disediakan. Nanti kalau hasil screening menunjukan pasien diduga terpapar, maka akan dilanjutkan pemeriksaan oleh dokter RSUD Cibabat,” jelasnya.

Setelah diperiksa dokter dan hasilnya menunjukan pasien suspect virus corona, maka pihak RSUD Cibabat akan merujuk yang bersangkutan ke rumah sakit tipe A terdekat yakni, Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Rujukan dilakukan dikarenakan RSUD Cibabat tidak bisa menangani pasien terduga virus corona.

“Sarana dan prasarana seperti ruang isolasi khusus corona dan juga dokter ahli yang menangani virus tersebut belum ada. Jadi kita screening saja di sini, kita enggak bisa menyatakan positif atau negatif. Itu butuh proses panjang,” tandasnya. (rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!