Masih Wait and See, Hanura Bertekad Bangkit di Pemilihan Walikota

Pernah gagal di Pemilihan Walikota (Pilwalkot) 2013 lalu, Partai Hanura tak berkecil hati untuk kembali ambil bagian dalam proses demokrasi lima tahunan itu. Partai besutan Wiranto itu dipastikan akan kembali manggung di pilwalkot 2018 mendatang.

PARTAI Hanura menjadi salahsatu partai politik yang mengusung kadernya sendiri, yaitu Ketua DPC Partai Hanura Kota Cirebon, Sunarko Kasidin SH MH di pilwalkot 2013 lalu.

Sunarko Kasidin
Sunarko Kasidin (kanan). Doc. Rakyat Cirebon

Waktu itu, politisi yang akrab disapa Abah Ako ini sebagai calon wakil walikota berpasangan dengan calon walikota, H Sofyan.

Namun, pasangan Sofyan-Sunarko kala itu justru hanya menghuni peringkat buncit dari lima kontestan.

“Kita akan kembali ikut di pilwalkot. Pada 2018 nanti, Partai Hanura pasti ambil bagian. Hanya saja, kita masih belum memastikan posisi apa yang akan kita ambil, apakah calon walikota atau wakil. Masih wait and see,” ungkap Ketua DPC Partai Hanura, Sunarko Kasidin SH MH, kemarin.

Abah Ako menambahkan, pihaknya belum secara spesifik membahas persiapan pilwalkot 2018. Hanya saja, untuk konsolidasi di internal, Partai Hanura melakukan secara optimal.

“Memang belum ada pembahasan yang mengerucut ke arah pilwalkot 2018. Hanya saja, kita terus melakukan konsolidasi. Agar pada saatnya nanti, mesin partai ini bisa berjalan optimal,” kata mantan anggota DPRD Kota Cirebon periode 2009-2014 itu.

Abah Ako juga mengakui, hasil pilwalkot 2013 silam, dimana dirinya gagal, akan menjadi bahan evaluasi. Maka dari itu, menuju pilwalkot 2018, butuh persiapan matang, agar tidak gagal lagi.

“Perlu persiapan matang untuk pilwalkot 2018 nanti. Kita akui gagal di pilwalkot 2013. Tapi fakta itu menjadi bahan evaluasi kita di internal untuk kemudian bangkit dan lebih baik lagi, sehingga bisa meraih hasil maksimal nantinya,” katanya.

Dikatakannya juga, terkait mitra koalisi, Hanura tidak akan terpaku pada poros kekuatan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang pernah terbentuk pada saat pilpres 2014 lalu.

Abah Ako memastikan, karena hanya memiliki tiga kursi di DPRD, pihaknya akan berkoalisi dengan parpol lain. “Kita pasti berkoalisi. Tapi tidak ada lagi KMP maupun KIH. Kita lihat figur yang berpotensi menang,” katanya. (nurul fajri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!