Masyarakat Menilai Cabup dari Debat Kandidat

Masyarakat Menilai Cabup dari Debat Kandidat

INDRAMAYU– Pelaksanaa debat calon bupati Indramayu yang disiarkan langsung Radar Cirebon Televisi (RCTV), Minggu (22/11), rupanya cukup berpengaruh kepada sikap masyarakat terhadap para calon. Lembaga Survei Parameter mengadakan polling dengan pertanyaan sederhana; setelah melihat Debat Calon Bupati-Wakil Bupati Indramayu di Radar Cirebon Televisi, siapakah yang layak menjadi Bupati Indramayu?

Dari pelaksanaan debat kandidat bupati dan wakil bupati Indramayu itu masyarakat sudah bisa menilai siapa yang dianggap mampu untuk memimpin Indramayu lima tahun ke depan. “Masyarakat menilai sendiri, siapa yang jawaban-jawabannya dianggap masuk akal, mana yang tidak nyambung, atau mana yang biasa-biasa saja,” kata Direktur Parameter, Agus Aribowo.

Seperti diketahui, debat calon bupati dan wakil bupati Indramayu disiarkan langsung oleh RCTV, YouTube KPU Indramayu, dan medsos milik KPU Indramayu. Dalam debat itu, semua calon bupati dan wakil bupati hadir, kecuali Cabup nomor 3 Daniel Mutaqien yang sedang menjalani isolasi di rumah sakit karena positif terpapar virus Covid-19.

Akibatnya, Calon Wakil Bupati Taufik Hidayat harus berjuang sendiri menjawab pertanyaan yang diajukan dari para rivalnya. Secara kebetulan juga, tema yang banyak dibahas dalam debat tersebut tentang bagaimana menangani Covid-19 di Indramayu, dan menerapkan kebijakan-kebijakan pembangunan  Indramayu yang disesuaikan di era pandemi.

Dari polling tersebut, sebanyak 42,42 persen responden yang menyaksikan debat kandidat tersebut menganggap pasangan Nina-Lucky mampu untuk memimpin Kabupaten Indramayu lima tahun ke depan. Sementara 33,33 persen menilai pasangan Daniel-Taufik mampu menjalani roda pemerintahan. Sedangkan 15,15 percaya pada pasangan Sholihin-Ratnawati, dan sebanyak 09,09 persen merasa yakin dengan Toto-Deis.

Agus Aribowo merasa yakin, hasil poling yang dilakukannya itu akan selaras dengan hasil survei dan perolehan suara jika pemilihan dilakukan saat ini. “Tentu angka prosentasinya tak akan sama, masih bisa berubah. Karena memang pemungutan suaranya masih sekitar dua minggu lagi,” kata doktor Marketing Politik dari Unpad Bandung ini. (tar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!