Membuang Sampah ke Sungai Persoalan Serius

58
Masyarakat di wilayah sekitar Sungai Cipadu, Kota Cirebon, Jawa Barat mengikuti kegiatan program padat karya tunai bersih-bersih dan penghijauan lingkungan yang dilaksanakan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Kantor Cabang Pelabuhan Cirebon bersama Pemkot Cirebon, Senin (11/11/2019) pagi. ( Foto: Suara Pembaruan / Carlos Roy Barus )

RAKYATCIREBON.ID- Membuang sampah ke sungai merupakan persoalan serius yang harus disikapi oleh semua pihak. Sebab, sampah di sungai akan berdampak buruk bagi keberlangsungan sungai dan kesehatan, bahkan bisa menimbulkan bencana banjir terlebih memasuki musim penghujan.

General Manager Pelindo II Kantor Cabang Pelabuhan Cirebon, Udin Mahmudin menyebutkan, dengan pelaksanaan program bersih-bersih padat karya tunai tersebut, dapat menjaga lingkungan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Kami melihat di berbagai sungai di Kota Cirebon ini masih banyak ditemukan sampah. Sehingga, kita mengadakan program ini agar masyarakat mau aktif berpartisipasi dan berkontribusi menjaga kebersihan di wilayah lingkungan masing-masing,” tuturnya.

Hadi (45) Ketua RT08/RW07, Kelurahan Kesepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon menyebutkan saat musim pasang air laut tinggi banjir rob bisa menggenangi permukiman warga.

“Harapan kita agar pemerintah dan pihak pelabuhan mau menampung aspirasi kami agar di kampung pesisir Cirebon (Kampung Cangkol dan Kampung Kesunean) ini diberdayakan menjadi kampung wisata nelayan sehingga bisa memberdayakan ekonomi warga,” kata Hadi.

Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat terus membenahi pengelolaan sampah untuk menarik wisatawan agar menjadi nyaman saat mengunjungi Kota Udang ini.

“Kami memang terus benahi pengelolaan sampah, agar Kota Cirebon bersih dan indah,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon Abdullah Syukur, di Cirebon, Sabtu.

Syukur mengatakan pihaknya saat ini terus melakukan pembenahan terkait pengelolaan sampah, baik yang berada di jalan protokol maupun kawasan wisata.

Karena kawasan atau kota bisa bersih dari sampah, lanjut Syukur, akan memberikan rasa nyaman bagi wisatawan, sehingga mereka bisa kembali lagi ke Kota Udang ini.

“Kalau kotanya bersih, maka wisatawan akan betah dan kami sedang mengupayakan itu semua,” ujarnya.

Dia menuturkan pada tahun 2019 ini ada beberapa tempat pembuangan sampah sementara yang berada di jalan protokol dilakukan penutupan, karena itu semua memberikan kesan kumuh. (*)

BAGIKAN