Memungut Sampah, Cabup Sanwasi Ingin Beri Contoh

446
MEMUNGUT SAMPAH.
MEMUNGUT SAMPAH. Calon  bupati dan wakil bupati Majalengka, Sanwasi-Taufan (Sopan) diisi dengan bakti sosial bersih-bersih dimulai dari Alun-alun Jatiwangi, hingga ke Jalan Cirebon-Bandung,  Sabtu (23/6).

MAJALENGKA – Kampanye pasangan calon  bupati dan wakil bupati Majalengka, Sanwasi-Taufan (Sopan) diisi dengan bakti sosial bersih-bersih dimulai dari Alun-alun Jatiwangi, hingga ke Jalan Cirebon-Bandung,  Sabtu (23/6).

Menariknya, sebelum tim bergerak, Sanwasi terlebih dahulu memberikan contoh kepada para pendukungnya dengan mengambil karung dan membersihkan sampah sisa kampanye di hari-hari sebelumnya. Sanwasi juga berpesan agar agar menjaga ketertiban selama menuju perjalanan dari lokasi kampanye, jangan sampai mengganggu pengguna jalan lainnya.

“Mari budayakan bersih. Kebersihan lingkungan bukan hanya tanggungjawab petugas kebersihan. Tapi tugas kita sebagai warga yang baik untuk selalu hidup sehat dan bersih,” jelasnya.

Sontak saja, langkah Sanwasi-Taufan diikuti oleh ribuan pendukungnya yang bergerak memungut sampah di pinggir-pinggir jalan dengan membawa karung sebagai tempat sampah.

“Bagi kami, ini contoh yang baik yang ditunjukan oleh seorang pemimpin seperti Pak Sanwasi sebagai seorang calon Bupati Majalengka. Kami butuh pemimpin teladan seperti beliau ini,” ucap Ratnawati salah seorang ibu rumah tangga yang ikutmembersihkan area lapangan.

Dalam kegiatan tersebut, ribuan pendukung Sanwasi-Taufan Ansyar (Sopan) menghadiri kampanye akbar pasangan calon Bupati dan wakil bupati Majalengka. Kegiatan yang menghadirkan artis ibu kota dan Majalengka mampu membuat suasana makin meriah.

Dalam orasi kampanyenya, calon Bupati Majalengka, Sanwasi mengatakan bahwa mereka merupakan pasangan yang tepat karena saling melengkapi dimana dirinya berasal dari birokrat sedangkan pasangannya Taufan Ansyar, yang merupakan pengusaha. Sanwasi juga berjanji akan meneruskan pembangunan pemerintahan yang sekarang dan menjadikan masyarakat lebih sejahtera.

Paslon nomor urut 3 ini, juga menjanjikan pemberian subsidi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dibawah Rp100 ribu dan bantuan operasional untuk guru madrasah dan guru ngaji serta program lainnya yang pro rakyat. “Setelah kami hitung jika masyarakat diberi subsidi Rp100 ribu ke bawah, maka total se Kabupaten Majalengka, pemerintah memberi subsidi sebesar Rp19,4 M,” ujarnya.

Harapannya, dengan adanya program ini sekaligus juga ingin memberikan pendidikan politik yang cerdas kepada masyarakat agar tidak terjebak kedalam politik pragmatis/money politik, Sebab, berdasarkan hitungan dengan munculnya 3 pasang calon, maka jika salah satu paslon meraih 300 ribu suara maka akan jadi pemenang, jika angka 300 ribu suara itu didapat dengan cara membeli misalnya Rp50 ribu/suara, maka  paslon tersebut akan menggelontorkan dana sebesar Rp15M.