Menpora RI Kritik Ucapan Maaf Syed Saddiq di Twitter

33
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah mengirim surat secara resmi kepada Pemerintah Malaysia untuk meminta maaf secara resmi terkait insiden penganiayaan suporter Indonesia saat sebelum dan sesudah laga kualifikasi Piala Dunia 2020 yang terjadi di Kuala Lumpur pada 19 November lalu, sedangkan Malaysia belum mengirimkan surat secara resmi. Menpora Zainudin Amali, menyatakan permintaan maaf yang disampaikan Pemerintah Malaysia lewat media sosial Twitter tidak bisa diterima. (Hanif Nasrullah/Chairul Fajri/Saras Krisvianti/Antara)

RAKYATCIREBON.ID-Setelah mendapat kecaman publik Indonesia, Menpora Malaysia Syed Saddiq akhirnya minta maaf terkait insiden penganiayaan suporter Indonesia. Tapi cara minta maaf Saddiq yang hanya lewat Twitter, disayangkan Menpora Zainudin Amali.

Menurut Zainudin pemerintah Malaysia tidak cukup meminta maaf lewat media sosial. “Pemerintah Malaysia harus meminta maaf secara resmi kepada masyarakat Indonesia,” ujarnya kepada Kantor Berita Antara, Minggu (24/11).

Permintaan maaf secara resmi, dikatakannya, karena Kemenpora telah melayangkan surat secara resmi kepada Pemerintah Malaysia agar mengusut tuntas peristiwa ini, serta menuntut penyelesaian secara hukum terhadap pelaku penganiayaan dan meminta maaf kepada masyarakat Indonesia.

“Jadi karena kami sudah mengirim surat secara resmi, semestinya Pemerintah Malaysia juga harus menyampaikan permintaan maaf secara resmi pula,” ucapnya.

Dia mencontohkan insiden penganiayaan terhadap suporter Malaysia yang dilakukan suporter Indonesia beberapa waktu lalu. Saat itu, Menpora Imam Nahrawi  membawa surat resmi permintaan maaf, dan langsung bertemu untuk minta maaf.

Semestinya, lanjut dia, Pemerintah Malaysia juga bisa berlaku bijak untuk menyampaikan permintaan maaf secara resmi seperti yang pernah dilakukan Pemerintah Indonesia. “Kalau meminta maaf secara resmi nanti pasti dimaafkan kok. Asalkan juga ada kepastian bahwa pelaku penganiayaannya telah diproses secara hukum,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, terjadi insiden penganiayaan suporter Indonesia saat laga kualifikasi Piala Dunia 2022 antara tim nasional Indonesia dan Malaysia di Stadion Nasional Bukit Jalil 19 November lalu. (rmco)

BAGIKAN