MGMP Tidak Tahu ada Dana Rp100 Miliar

35
MAJALENGKA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana akan menggelontorkan bantuan Rp100 miliar untuk tiga organisasi guru. Setiap organisasi guru diperkirakan akan menerima Rp30-40 juta. 
Kadisdik Majalengka, Drs H Iman Pramudya
Kadisdik Majalengka Iman Pramudya. dok. Rakyat Cirebon
Rencana ini diharapkan tepat sasaran dan peruntukannya, mengingat mendekati pilkada, terkadang dijadikan alat asas manfaat. 
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Majalengka, Drs H Iman Pramudya mengatakan, program bantuan dana untuk tiga organisasi guru tersebut, memang hampir setiap tahun ada. 
Tahun ini, sinyal tersebut sudah ada sejak beberapa bulan yang lalu. Tepatnya ketika ada rapat di forum nasional seluruh lingkungan instansi Pendidikan.
“Tahun lalu juga ada, memang untuk tahun ini kami belum melakukan sosialisasi terkait akan turunnya anggaran tersebut,” ujar Iman, kemarin.
Ia mengatakan, biasanya program tersebut langsung melalui organisasi guru bersangkutan. Pembiayaannya juga diatur langsung oleh Kementerian untuk setiap peruntukkan mata pelajaran. Anggaran tersebut tentunya untuk pemberdayaan organisasi dilingkungan pendidikan.
“Besaran anggaran yang dikucurkan kepada organisasi biasanya diangka Rp20 juga sampai Rp40 juta. Anggaran tersebut untuk meningkatkan kompetensi guru. Kami masih menunggu turunan dari Pemerintah Pusat melalui Pemprov,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan jasmani (Penjas), Deden Heriyanto Sulaeman SPd mengapresiasi dan mendukung langkah Kemendikbud menggolontorkan anggaran tersebut.
Hanya saja, kata dia, tidak semua MGMP dapat anggaran tersebut. “Kami berharap agar semuanya dapat, kelompok kerja guru lainnya, termasuk MGMP Penjas,” ujarnya.
Pihaknya menunggu sosialisasi terkait rencana penggelontoran anggaran tersebut. Yang hingga saat ini, setiap MGMP belum menerima informasi resmi tentang anggaran itu. Tahun lalu, MGMP Penjas mendapatkan Rp30 juta. 
Sepengetahuannya, realisasi MGMP awal tahun ini dipersiapkan untuk dua mata pelajaran memasuki UNBK. Diantaranya, IPS dan PKN. Sedangkan untuk mapal Penjas masih menunggu keputusan dari Disdik Majalengka. 
Pihaknya juga mengapresiasi anggaran tersebut, karena dapat dirasakan secara langsung dan tepat sasaran. 
“Bantuan operasional itu tentu sangat mendukung adanya kegiatan bagi MGMP. Jika program ini benar, tentunya kami apresiasi karena manfaatnya dirasakan langsung oleh guru dan anggarannya tepat sasaran,” kata guru di salah satu SMP wilayah Kota Majalengka ini. (hrd)
BAGIKAN