Misbah, Tukang Ojek yang Masuk Bui Gara-gara Money Politics

Misbah, Tukang Ojek yang Masuk Bui Gara-gara Money Politics

Terlepas dari masalah hukum, kata Yudi dirinya menghormati dan menghargai proses hukum, namun dirinya berhak menjelaskan kronologisnya kepada masyarakat, karena selama ini menjadi “gorengan” dan dipolitisasi.

Menurut Yudi, ada kesan bahwa ini seolah-olah ambisi calon dengan mengorbakan Misbah. Menurutnya, mana ada paslon yang tega mengorbankan kadernya, dirinya bersama tim mengikuti dan mengawal Pak Misbah hingga proses banding di PN Tinggi Bandung.

“Saya ingin memberikan kejelasan kepada masyarkat, dimana letak jika ini money politics, jika saya mengundang internal partai memberikan uang transport sebesar Rp25 ribu. Pertemuannya di dalam rumah dan menyampaikan kepada mesin poltik di tingkat bawah itu adalah hal yang wajar,” jelasnya.

Yudi mengutip pernyataan Prof Mahfud MD saat masih menjabat sebagai Ketua MK. Bahwa,  seluruh paslon sama berbuat curang, yang jadi pertanyaan apakah dua paslon lain juga bermain hal yang sama. Mungkin dalam permasalahan ini paslon nomor urut 2 sedang apes.

“Saya juga menemukan permasalahan di lapangan, ada seorang ustadz yang diundang pertemuan oleh salah satu paslon di sebuah hotel dan pulangnya diberi uang sebesar Rp100 ribu, ini sebagai konparasi saja bahwa paslon lain juga ada. Apalagi ini bukan pertemuan partai, saya melihat bahwa kasus Misbah ini sudah ada konspirasi dan pemufakatan untuk segera dieksekusi karena kami memiliki foto-foto, artinya sudah diskanerio untuk melemahkan paslon nomor 2,” tandasnya.

Yudi menambahkan, bahwa kasus Misbah ini sebagai pembelajaran sehingga kedepan tidak terjadi lagi kasus seperti ini. Yudi mengajak, berdemokrasi dengan sehat, karena pasca kasus Misbah muncul, di luar dugaan muncul berbagai permasalahan, namun dirinya tidak mau terpancing. Baginya, Misbah yang sehari-harinya sebagai tukang ojek ini adalah pejuang jihad konstitusi, karena dia tidak punya niat untuk berbuat jahat.

“Pak Misbah pejuang bagi nomor urut dua, kami bersama tim dan relawan sudah menjenguk Pak Misbah, dan beliau menyatakan ikhlas menerima hukuman, karena saya yakin orang yang didhzolimi doanya terkabul,” pungkas Yudi.(ale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!