Model Bungkus Rokok Warga Pancalang?

861
NGADU
NGADU. Dadang warga Pancalang mengadu soal gambar yang ada di bungkus rokok merupakan dirinya dan anaknya.

KUNINGAN– Dadang Mulya (42) warga Desa/Kecamatan Pancalang Kabupaten Kuningan, mendatangi Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) untuk melaporkan terkait gambar dirinya yang sedang menggendong anaknya ada di bungkus rokok.

Beberapa tahun kebelakang, bungkus rokok beberapa merk telah merubah wujud dari kemasan rokok, ada seorang pria yang menjadi model di bungkus bagian depannya.

Menurut Dadang bahwa model pada pria yang sedang menggendong bayi sambil merokok disertai ‘PERINGATAN ; MEROKOK MEMBUNUHMU’ itu, merupakan foto dirinya. “Saya yakin bahwa ini adalah saya yang pada waktu itu sedang menggendong anaknya yang masih bayi,” tuturnya.

Diceritakan Dadang, foto yang ada di bungkus rokok itu diambil enam tahun silam, pada waktu tu dirinya bersama anaknya yang masih bayi sedang menonton sepakbola di Desa Pancalang, saat sedang menonton bola ada seorang pria dari perusahaan rokok tiba-tiba memotret dirinya ketika sedang mengisap rokok dengan posisi berdiri sambil menggendong anak, sebulan kemudian tiba-tiba wajah dirinya bersama anaknya muncul sebagai model dibungkus rokok hingga menjadi viral pada waktu itu. “Saya datang ke BPSK untuk berkonsultasi terkait permasalahan ini, serta mencari solusi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPSK Acep Sutisna SH MH ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa ada salah seorang warga yang datang ke kantor BPSK atas nama Dadang Mulya warga Desa Pancalang, yang bersangkutan menyampaikan permasalahan terkait iklan peringatan yang ada di bungkus rokok, yang bersangkutan juga menceritakan bahwa di foto oleh yang tidak dikenal dengan memakai mobil perusahaan saat sedang menonton pertandingan sepakbola di Desanya.

“Saya sampaikan kepada saudara Dadang bahwa hal tersebut bukan ranah BPSK, namun jika ingin menggugak bisa menyampaikan gugatan secara formil melalui kepolisian, BPSK itu tempat mengadu komsumen yang merasa dirugikan baik barang dan atau jasa, sedangkan untuk kasus pak Dadang yang bersangkutan bukan konsumen,” jelasnya.(ale)